Ilustrasi paket kiriman di salah satu usaha jasa pengiriman paket dan barang. (istimewa)
Ilustrasi paket kiriman di salah satu usaha jasa pengiriman paket dan barang. (istimewa)

Karimun, Lendoot.com –  Kantor usaha jasa pengiriman barang, Cabang JNE Karimun Perwakilan JNE Batam, Jumat (20/1/2017) siang tadi, mendadak ricuh. Seorang customernya, Bayu merasa dirugikan atas layanan JNE Karimun tersebut. Bayu mengaku tidak menerima perlakuan pihak JNE dan bahkan Bayu menyebut pihak JNE telah menipunya.

Cerita jelasnya versi Baru begini; Sejak tanggal 6 Januari lalu paket barang seharusnya sudah diterimanya. Hanya saja saat Bayu paket kirimannya diterima ke kantor JNE yang berlokasi di Haji Arab Karimun tersebut, paketnya sudah tidak utuh lagi.

“Sejak tanggal 6 Januari saya sudah tanyakan perihal barang saya yang hilang di paket itu, tapi sampai tanggal 20 Januari, hari ini, saya belum dapat klarifikasinya juga,” katanya kepada Lendoot.com.

Paket barang asal kiriman dari Medan itu sudah ada di kantor tersebut. Sayangnya, paket itu sudah terbuka isinya. Paket barang yang seharusnya diterimanya utuh, namun kenyataannya sudah dibuka oleh pihak JNE tanpa seizinnya.

“Saya tidak terima perlakuan seperti ini. JNE sudah membuka paket kiriman tanpa izin dari si penerima barang. Padahal di situ tertera jelas nama si penerima barang dan alamatnya,” katanya.

Saat paket dibuka, Bayu merasakan ada keanehan. Di dalam paketnya terdapat barang atau dokumen dengan alamat berbeda. “Sedangkan saya tidak kenal paket lain yang ada di dalam paket saya itu,” jelasnya.

Bayu meminta pihak JNE secepatnya menyelesaikan masalah kehilangan paket kiriman barang yang bernilai sekitar Rp 5 juta tersebut.

Jusman selaku Kordinator Cabang JNE Karimun Perwakilan Batam kepada Lendoot.com mengakui adanya insiden tersebut.

“Kita masih mengikuti prosedur dari pusat. Dan kita juga masih mencari dimana sebenarnya barang itu di bongkarnya, atau hilangnya,” kata Jusman singkat terkait insiden hilangnya barang costumernya tersebut, siang tadi. (ade)