Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Jasman, Tetap Setia Mengabdi hingga Jadi PPPK di Lingga Meski Tak Bisa Melihat

Jasman Warga Dabo yang tak dapat melihat menunjukkan berkas lulus PPPK. (ft wandi)

Jasman Warga Dabo yang tak dapat melihat menunjukkan berkas lulus PPPK. (ft wandi)

Lingga – Kisah mengharukan datang dari Jasman, seorang warga Dabo Singkep, Kabupaten Lingga yang mengabdi sebagai pegawai di Pemkab Lingga sejak  19 tahun lalu, tepatnya di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lingga.

Jasman, akhirnya resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) setelah selama hampir dua decade mengabdi sebagai sosok yang dikenal sebagai pekerja keras dan disiplin.

Ia memulai kariernya di Satpol PP sejak tahun 2005 sebagai tenaga honorer, lalu diangkat menjadi Pegawai Tidak Tetap (PTT). “Saya mulai di Satpol PP tahun 2005, awalnya honorer, lalu jadi PTT. Alhamdulillah sekarang resmi PPPK,” kata Jasman, Senin (6/10/2025).

Takdir indah didapatkannya, setelah sekitar setahun lalu, Jasman mengalami musibah yang mengubah hidupnya. Saat tengah bertugas piket malam, ia merasa tak enak badan dan memutuskan pulang lebih awal dengan izin rekan kerjanya.

 “Malam itu saya izin pulang karena badan tak enak. Paginya, saat bangun, mata saya sudah tidak bisa melihat,” tutur Jasman dengan suara lirih.

Sejak saat itu, dunia Jasman berubah gelap. Hari-harinya terasa hampa, dan sempat muncul rasa putus asa karena kehilangan penglihatan secara tiba-tiba.

“Awalnya saya sempat kehilangan semangat. Tapi istri dan anak-anak saya terus menguatkan dan membuat saya bangkit lagi,” ucapnya penuh haru.

Berkat dukungan keluarga, Jasman kembali menemukan semangat hidupnya. Ia tetap bekerja dan beraktivitas di Satpol PP meski dalam keterbatasan fisik.

 “Sekarang saya ditugaskan sebagai petugas piket jaga di pos. Saya jalani dengan ikhlas,” katanya.

Bagi Jasman, pelantikan sebagai PPPK adalah anugerah besar dalam hidupnya. Ia menganggap hal itu sebagai bukti bahwa kerja keras dan keikhlasan tidak pernah sia-sia.

“Rahmat Tuhan itu nyata. Walaupun saya tak bisa melihat, tapi saya masih diberi kesempatan untuk mengabdi,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Kisah Jasman menjadi pelajaran berharga bahwa keterbatasan tidak pernah menjadi penghalang untuk berkarya. Ketulusan, semangat, dan keyakinannya membuktikan bahwa pengabdian sejati lahir dari hati. (wan)

Exit mobile version