Antrian warga saat mengurus paspor di kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun, belum lama ini.(sjs)
Ilustrasi antrian warga saat mengurus paspor di kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun, belum lama ini.(sjs)

Karimun, Lendoot.com – Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun melakukan pencekalan terhadap pemohon pembuatan paspor terindikasi ingin bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di luar negeri.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun Mas Ari Yuliansyah Dwi Putra melalui Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kristian mengatakan penolakan pembuatan Paspor baru tersebut dilakukan guna mencegah warga Kabupaten Karimun menjadi tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal.

“Januari hingga Maret kita telah menolak sekitar 99 permohonan paspor yang terindikasi sebagai Tenaga Kerja Non Prosedural (TKNP),” kata Kristian belum lama ini.

Tingginya jumlah pencekalan tersebut, membuat Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun duduk di peringkat ke dua seluruh Indonesia terbanyak melakukan penolakan permohonan paspor dan pencegahan keberangkatan TKI Non Prosedural.

“Kita di bawah Pontianak terbanyak melakukan pencegahan keberangkatan TKI Ilegal Non Prosedural,” katanya.

Kristian mengatakan, pada periode yang sama di tahun 2017, angka penundaan penerbitan paspor hampir mendekati. Tahun 2017, periode maret penolakan pembuatan paspor dilakukan Kanim Kelas II Karimun berjumlah 119, sedangkan 2018 sebanyak 99.

Dia mengatakan, penolakan terhadap pemohon pembuatan paspor tersebut setelah petugas Imigrasi melakukan wawancara dan menemukan kecurigaan yang mengarah kepada keinginan ingin menjadi TKI Ileal. Selain itu juga terhadap pemohon tersebut ditolak karena tidak memenuhi prosedural yang sesuai dengan ketentuan.

“Kita akan selektif terhadap masyarakat yang melakukan permohonan untuk pembuatan paspor,” katanya. (ian)