Karimun, Lendoot.com – Hati-hati saat membuka lahan dengan cara yang dilakukan tiga orang ini. Jajaran Kepolisian Resor Karimun mengamankan tiga orang pelaku diduga pembakaran lahan di wilayah Kabupaten Karimun, Rabu (17/2/2021).

Tiga pelaku diamankan atas dua kasus pembakaran lahan di kawasan Kecamatan Meral dan Kecamatan Tebing. Mereka diketahui melakukan pembersihan lahan dengan membakar untuk mempercepat proses pembukaan lahan.

Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan mengatakan, tiga pelaku itu antara lain berinisial Si (45), Fi dan As (60). Para pelaku itu diduga dengan sengaja melakukan pembakaran untuk membuka lahan.

“Ketiga pelaku merupakan pemilik lahan, mereka ingin membersihkan lahan denga cara dibakar. Dan ini sangat membahayakan,” kata Adenan, Rabu (17/2/2021).

Ia mengatakan, tiga pelaku itu diamankan sebagai bentuk kegiatan preventif, edukasi, persuasif, dan humanis dari Polres Karimun terkait kejadian kebakaran hutan dan lahan.

“Ada dua kasus pembakaran hutan dalam waktu 1 minggu ini. Pertama di Kecamatan Meral dengan luas 600 meter persegi dan dua orang pelaku, dan Kecamatan Tebing seluas 200 meter dengan 1 orang pelaku,” katanya.

Adenan mengatakan terhadap 3 orang pelaku itu, pihaknya baru memberikan peringatan agar tidak melakukan aktifitas pembakaran lahan kembali. Namun, kedepan pihaknya akan lebih tegas apabila menemukan adanya tindak pembakaran hutan.

“Ini sebagai peringatan, dan apabila tidak diindahkan maka akan kita tindak tegas sesuaindengan undang- undang yang berlaku,” katanya.

Ia menghimbau kepada masyarakat atau pemilik lahan, untuk tidak melakukan pembakaran pada saat membersihkan lahan. Dia menganjurkan bahwa tumbuhan atau semak dapat dipotong dan dimasukkan dalam lobang, agar dapat dijadikan sebagai pupuk nantinya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono mengatakan bahwa, pihaknya akan melakukan penindakan jika masih ada masyarakat yang melakukan pembakaran lahan.

“Perbuatan pembakaran lahan walaupun itu milik sendiri, dapat terkena pasal yang ada di undang-undang perkebunan, kehutanan, lingkungan hidup ataupun KUHpidana,” kata Herie.(rko)