Kepala Pusat Layanan Informasi dan Promosi RSUD M Sani Kabupaten Karimun, Muhammad Zulhan.
Kepala Pusat Layanan Informasi dan Promosi RSUD M Sani Kabupaten Karimun, Muhammad Zulhan.

Karimun, Lendoot.com – Setelah SKTM (surat keterangan tidak mampu) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) tidak lagi berlaku, maka masyarakat tidak mampu yang berobat di RSUD M Sani, akan diperlakukan sebagai pasien umum.

Pihak rumah sakit dan puskesmas di Karimun juga tidak dapat memberikan solusi pascapenghapusan program jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin, per 31 Desember 2018.

Kepala Pusat Layanan Informasi dan Promosi RSUD Muhammad Sani Kabupaten Karimun, Muhammad Zulhan mengatakan pihaknya tetap menerima seluruh pasien yang berobat. Namun bagi yang menggunakan Jamkesda, akan diberitahukan baik-baik, dalam arti kata pasien mendaftar sebagai pasien umum.

“Kita belum tau seperti apa solusi dari Pemda. Tapi kita tetap melayani kalau ada yang masuk. Namun kita lebih mengedukasi pihak keluarga,” kata Zulhan.

Ditambahkan Zulhan, pihaknya juga lebih menyarankan agar masyarakat yang mungkin sanggup untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS mandiri.

“Kita hanya mengimbau agar mereka menjadi BPJS mandiri walaupun kelas III saja,” ujarnya.

Dalam satu hari ini pasien yang berobat ke RSUD Muhammas Sani Kabupaten Karimun sekitar 300 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 persen diantaranya menggunakan jaminan kesehatan, baik itu Jamkesda, BPJS ataupun jaminan kesehatan lainnya.

“Sejak setengah tahun yang lalu Jamkeada ini sjdah disosialisasikan. Sekarang juga tidak banyak pasien yang mengeluh. Ada paling satu atau dua saja” tambah Zulhan.

Diketahui Inpres No. 8 tahun 2017 mengenai pengoptimalan pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (PJKN) belum dapat terlaksana pasca penghapusan Jamkesda di Karimun. (riandi)