Salah satu saksi memberikan keterangan dalam persidangan kasus 13 warga Wonosari di Pegadilan Negeri Tanjungbalai Karimun kemarin
Salah satu saksi memberikan keterangan dalam persidangan kasus 13 warga Wonosari di Pegadilan Negeri Tanjungbalai Karimun kemarin (ian)

Karimun, Lendoot.com – Kasus 13 warga Wonosari yang diduga melakukan pengerusakan lahan telah memasuki tahap Persidangan dengan agenda Pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun, Selasa (20/2/2018) kemarin.

Dalam persidangan kali ini, jaksa penuntut umum menghadirkan 2 orang saksi yaitu Mamat dan Munip. Dari keterangan kedua saksi terungkap di persidangan masing-masing saksi menjelaskan bahwa kejadian tersebut berawal dari intruksi pak RT setempat berinisial U.

Saat itu pak RT tersebut memerintahkan warga setempat untuk melakukan gerakan pembersihan lahan untuk pertanian di atas lahan yang saat ini sedang dalam pengawasan Polres Karimun.

“Ratusan warga wonosari serta warga di luar Wonosari ikut tergabung dalam gerakan tersebut ada yang membawa Senso, Kapak, Parang dan Sabit,” ucap saksi menjawab pertanyaan majelis hakim.

“Saya juga ikut ke area tersebut dengan membawa parang namun hanya menebas semak dan tanaman-tanaman liar di pinggiran lahan tersebut tidak ada yang namanya Pohon Jabon, Jati dan akasia produksi seperti yang di akui pelapor itu,” jawab saksi lagi saat ditanya oleh majelis hakim.

Ditempat yang sama, Darwin Rambe salah satu Penasihat Hukum masyarakat Wonosari menerangkan jika Perkara ini sangat ganjil sebab dari pemeriksaan saksi, para Terdakwa memang ada di lokasi kejadian namun hanya berada di area atas dekat pinggir jalan untuk menebas semak- semak dan tumbuhan liar.

“Mana mungkin membawa sabit untuk menebang pohon Akasia, Jati dan Jabon, Perkara yang di tuduhkan oleh pelapor ini kan perkara pengerusakan tanaman yang di nilai berdampak kerugian sebesar 100 juta rupiah. Kenapa harus di bebankan kepada para terdakwa yang hanya menebas semak dan tanaman liar, seharusnya yang di tangkap adalah para penebang pohon yang membawa kerugian buat si pelapor,” kata Darwin Rambe.

Darwin Rambe juga menyampaikan bahwa tidak rasional lahan seluas 8 Ha dapat dirusak oleh 13 orang warga dalam waktu 1 hari. Selain itu saksi-saksi yang dihadirkan oleh JPU juga membawa parang dan sama perbuatannya dengan terdakwa.

“Tapi kenapa hanya ke 13 klien saya yang ditangkap padahal mereka hanya menebas semak dan tanaman liar , sungguh aneh,” ujarnya. (ian)