Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Jaksa ke Wartawan: Saya Bukan Mesin Pencetak Uang! Wartawa Geram, Kasiintel Segera Mediasikan

Logo Kejaksaan Negeri Karimun. (ft web kejarikarimun)

Logo Kejaksaan Negeri Karimun. (ft web kejarikarimun)

Karimun, Lendoot.com – Sejumlah wartawan merasa dilecehkan atau dihina dengan kalimat tidak pantas yang terlontar dari seorang oknum jaksa yang bertugas di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun.

Ucapan ini diduga dilontarkan Kasi Datun Kejari Karimun Wandi Batu Bara saat mendampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karimun Firdaus, ketika menghadiri acara kegiatan  gerak jalan tingkat SD dan SMP tahun 2023 di Panggung Kemuning Coastal Area Kabupaten Karimun, Minggu (13/8/2023).

James Nababan,  seorang wartawan yang meliput kegiatan itu mengatakan usai acara pembukaan tersebut, sejumlah wartawan menyalami Kajari Karimun dan Kasi Datun. Tiba-tiba saja, James bersama wartawan lainnya mendengar  suara yang mengatakan, “Saya bukan mesin pencetak uang.”

Setelah dipastikan, kalimat yang membuat wartawan terperangah tersebut diduga dilontarkan Wandi Batu Bara dan ditujukan kepada wartawan yang meliput kegiatan itu.

Saat hendak dikonfirmasi apakah benar kalimat itu dilontarkan Wandi Batu Bara, ia langsung bergegas pergi meninggalkan lokasi tersebut. Kecurigaan wartawan semakin tinggi atas kepergiannya itu.

“Kami merasa terhina, jika kalimat itu benar dilontarkan oleh Kasi Datun Kejari Karimun,” kata James Nababan.

Aksi tak pantas tersebut, kemudian dilanjutkan ke group WhatsApp Forwaka Karimun untuk dimintai klarifikasinya maksud dan tujuan atas ucapan  “Saya bukan pencetak uang” yang diduga dilontarkan Kasi Datun Kejari Karimun.

Para awak media yang berada di group Forwaka Karimun itu, lantas meminta agar oknum jaksa tersebut meminta maaf jika benar kalimat tersebut dilontarkannya karena dianggap melukai hati wartawan secara umum.

Menanggapi hal itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Karimun, Yadi mengatakan terkait masalah ini pihaknya masih menelusurinya. Sejauh mana permasalahan yang terjadi. Pihaknya akan menyelidikinya, jika benar kalimat tersebut dilontarkan oleh Kasi Datun maka ia telah membuat profesi jurnalis jadi rendah.

“Saya rasa tidak ada hubungan profesi wartawan dengan kalimat ‘Saya bukan mesin pencetak uang’ karena wartawan merupakan mitra bagi seluruh intansi. Jujur saja, saya sendiri memang tersinggung jika kalimat itu memang benar dilontarkan Kasi Datun Kejari Karimun,” ujar Yadi.

Yadi mengatakan akan mencari tahu hal yang terjadi sebenarnya. Apakah benar ada dialog antara keduanya sebelumnya membuat yang bersangkutan hingga melontarkan kalimat itu.

“Apakah dalam konteks bercanda atau seperti apa. Terlepas dari itu kita juga harus tahu wartawan dalam melaksanakan tugasnya harus menjunjung tinggi kode etik. Dalam kode etik jelas menyebut wartawan tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap,” ungkapnya.

Agar intregitas wartawan tetap terjaga, tambahnya, pihaknya menunggu klarfikasi dari yang bersangkutan. “Apakah benar kalimat itu dilontarkannya,” kata Yadi lagi.

Terkait hal tersebut, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun, Rezi Dharmawan SH MH berjanji akan memediasi sejumlah wartawan dengan Kasi Datun Kejari Karimun Wandi Batu Bara terkait kejadian tersebut

 “Nanti kita mediasikan, bang,” kata Rezi Dharmawan saat ditemui melalui WhatsAppnya, Minggu (13/8/2023). (*/yud)

Exit mobile version