Kajari Karimun Slamet Santoso (kedua dari kiri) bersama Bupati Aunur Rafiq saat menandatangani nota kesepahaman kerjasama hukum di Pemkab Karimun, pagi tadi, (istimewa)
Kajari Karimun Slamet Santoso (kedua dari kiri) bersama Bupati Aunur Rafiq saat menandatangani nota kesepahaman kerjasama hukum di Pemkab Karimun, pagi tadi, (istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Kabar tidak sedap menerpa aparat penegak hukum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Balai Karimun. Isu oknum jaksa di Kejari Karimun dibantah keras Kepala Kejari Karimun, Slamet Santoso SH MH.

“Tidak ada. Saya tidak ada main-main proyek. Staf saya larang itu main proyek. Yang ada hanya mendampingi dalam rangka TP4D (Tim Pengawal Pengaman Pemeritah dan Pembangunan Daerah-red),” kata Slamet Santoso menjawab pertanyaan Lendoot.com usai acara memorundun dengan Pemkab Karimun, pagi tadi.

Di masyarakat saat ini terdengar kabar tak sedap bahwa jabatan strategis para jaksa di Kajari Karimun yang masuk dalam TP4D, melakukan tindakan tidak terpuji, berupa ikut terlibat melaksanakan proyek.

“Memang tidak secara langsung jaksa itu main proyek. Modusnya, mereka mendapatkan proyek dengan titip ke kepala SKPD. Lalu, mengirim orang untuk mengerjakan proyek titipan itu,” kata sumber terpercaya Lendoot.com yang enggan disebut namanya, beberapa hari lalu.

Selanjutnya, lanjut sumber lendoot.com, biasanya menggunakan jasa perusahaan lain dan dikerjakan perusahaan tersebut. “Kemudian keuntungannya diatur jaksa itu sendiri. Yang begini sudah bukan rahasia lagi,” ujarnya.

Mengenai tudingan tersebut, Slamet buru-buru membantah tuduhan itu lagi. “Gak ada pinjam-pinjam bendera pun, tak ada,” katanya.

Slamet melanjutkan dengan kalimat penegasan bahwa selama menjadi Kajari di Kalimantan. “Saya lima tahun saya di Kalimantan, tak pernah itu yang namanya saya main-main proyek itu,” sanggahnya. (sjs)