Karimun, Lendoot.com – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun menyelenggarakan kegiatan Ramah tamah bersama pimpinan Forum Komunikasi Perangkat Daerah (FKPD) dan stake holder Pemkab Karimun, di Gedung Nasional, Jumat (25/1/2019) pagi.

Kegiatan tersebut dalam rangka perubahan nomenklatur Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungbalai Karimun.

Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim mengatakan, hal tersebut telah lama diharapkan oleh Pemkab Karimun agar KSOP Tanjungbalai Karimun menjadi Kelas I. Karena menurutnya, Karimun merupakan daerah transit yang berdekatan dengan negara Malaysia dan Singapura.

“Ini memang sudah lama kita harapkan yaitu KSOP ini menjadi kelas I. Sebab Karimun merupakan daerah transit dalam artian lalu lintas jalur laut perbatasan dengan Malaysia dan Singapura,” katanya.

Sementara itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun Junaidi menjelaskan, dengan perubahan nomenklatur tersebut tentunya untuk wilayah kerjanya juga akan diperluas lagi.

“Ini perubahan nomenklatur dari KSOP kelas II menjadi kelas I. Tentunya dengan kelas I ini wilayah kerjanya diperluas lagi, Pasir Panjang, Pulau Buru, Sambu, Tanjung Batu Kundur, Pulau Bulan, Jangkat, Pulau Nipah, Moro, Penyalai, Sekumbang, Tanjung Berlian dan Pulau Durai,” jelasnya.

Junaidi mengatakan, untuk struktur organisasi KSOP juga sudah memiliki Kabag Eselon III dan 3 Kepala Bidang yang akan nantinya masing-masing membidangi.

“Dari struktur organisasi kita ada satu kabag eselon III, dan tiga kepala bidang yang masing-masing membidangi salah satunya sertifikasi, patroli, lalulintas angkutan laut dan usaha Kepelabuhanan,” ujarnya.

Junaidi menambahkan, diharapkan sinergitas dengan seluruh institusi yang ada di Tanjungbalai Karimun untuk bersama-sama meningkatkan kualitas khususnya dalam keselamatan pelayaran, keamanan Kepelabuhanan dan lalulintas angkutan laut.

“Hal Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karimun serta distribusi logistik supaya lebih lancar dan tentu alat keselamatan kapal juga aman dan lancar,” tambahnya. (riandi)