Batam, Lendoot.com – Telah dibukanya jalur pelayaran internasional ke Kepri, Batam khususnya, yang artinya wisatawan dari Singapura dan Malaysia akan berkunjung ke Kepri.
Kalau wisatawan ke Batam dan berwisata ke Batam, maka pariwisata Batam akan kembali menggeliat.
Caranya tentu dengan mencari celah agar bisa mengkolaborasikan antara pengusaha wisata yang ada dengan pengusaha-pengusaha wisata yang kegiatan usahanya berhubungan pariwisata.
Salah satunya pelaku usaha kuliner, Teh Tarik Belakang Padang yang sudah menyiapkan diri untuk ikut merancang agar usahanya kembali bergairah.
Salah satu yang sedang dirancang oleh Ardi, memasukkan kuliner-kuliner khas Melayu Batam, maupun makanan-makanan tradisional kuliner Nusantara ke wilayah bubble.
“Bukan tidak mungkin nanti ada stand atau konter Teh Tarik Belakang Padang Melawa Batam di kawasan wisata Nongsa,” sebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Ardi Winata.
Sehingga, wisatawan dapat menikmati makanan dan minuman khas Melayu Belakang Padang, tanpa harus keluar dari wilayah Nongsa, karena memang tidak memungkinkan.
Ela (pegang mik) pemilik Teh Tarik Belakang Padang Melawa Batam
“Jadi waau pun mereka itu berada di Nongsa, tapi kita akan ciptakan atmosfer, seolah-olah dia berada di Batamcentre, Batuaji, Bengkong, Sekupang, Belakang Padang dan daerah-daerah di Batam lainnya. Ini yang kami sedang rancangkan,” ujarnya.
Hal ini bisa terwujud menurut Ardi jika ada kerja sama yang baik dan tentunya mendapat izin dari pemerintah pusat.
“Kita akan ikuti aturan main, jika memang semua makanan dan minuman yang dijual di lokasi bubble itu memiliki kreteria dan standar tertentu, dalam segi keamanan dan kesterilan, ya misalnya harus melalui proses karantina dalan lain sebagainya.
“Maka akan kita tempuh jalur itu, yang penting pelaku wisata Batam yang hampir 2 tahun puasa ini bisa kembali bergeliat dan semangat,” jelasnya, saat bincang-bincang santai dengan pelaku usaha dan media di Teh Tarik Belakang Padang Melawa Batam, Komplek KBC, Batamcentre.
Pada kesempatan itu, Ardi juga memberikan semangat dan apresiasi kepada Teh Tarik Belakang Padang Melawa Batam yang eksis bahkan dapat berkembang dari yang semula warungnya hanya 1 ruko menjadi 2 ruko, meski pada masa pandemi.
“Semangat Teh Tarik Belakang Padang Melawa Batam ini perlu kita acungkan jempol bersama, mereka gigih dalam memasarkan, dan memang kualitas rasa dari menu-menu yang disajikan itu juga luar biasa. Semoga terus berkembang dan menjadi brand ambassador Batam di bidang kuliner Batam bahkan Kepri kedepannya,” tutup Ardi.(ddh)

