Ilustrasi gantung diri. (ist/net)

Karimun, Lendoot.com – Teka-teki meninggalnya seorang pemuda yang berstatus tenaga honorer di Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun (PN Tbk), Jul (23) dengan cara tak wajar gantung diri di dalam kamar rumahnya di Kelurahan Parit Benut, Kecamatan Meral, Senin (24/4/2017), menuai kontroversi.

Dari sejumlah rekan korban, ada yang menyebut meninggalnya Jul karena takut diperkarakan. Pihak PN Tbk dikabarkan akan melaporkan Jul ke polisi karena masalah pekerjaan. Jul dituduh telah menggelapkan uang negara dari denda tilang masyarakat, sekitar Rp 30 Juta.

Adanya ancaman akan dipenjarakan jika uang tersebut tak diganti, diduga kuat membuat Jul nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tak wajar tersebut.

Hanya saja, kabar ini buru-buru dibantah Humas PN Tbk, Yudi Rozadinata. Saat ditemui Lendoot.com di Pengadilan Negeri Karimun, Rabu (26/4/2017), Yudi mengatakan tidak ada kasus tersebut.

“Tidak ada lah,” jawab Yudi singkat tanpa berani menjelaskan bantahannya lebih lanjut.

Setelah didesak, Yudi mengataka bahwa motif bunuh diri pegawai di bawah asuhan Fathul Mujib tersebut karena masalah asmara saja.

“Dari informasi rekan-rekan kerjanya yang Saya dapat ceritanya ya karena masalah asmara,” kata Yudi Rozadinata saat menceritakan mengenai keseharian Jul bekerja di Pengadilan Negeri Karimun.

Menurut Yudi, sosok Jul ditempat kerja tertutup dan tidak banyak cerita. Namun meskipun begitu Ia menyebut Jul adalah anak yang baik dan pintar dalam bekerja.

“Keseharian anaknya memang tertutup dan tidak banyak cerita. Kalau ditempat kerja Dia juga pintar soal IT,” ucap Yudi.

Ia menambahkan, pascaputus dari pacarnya, sikap Jul semakin tertutup dan itu sudah terjadi sejak dua bulan lalu.

“Dulu Saya sempat berteman di kontak BBM dan sering liat update status soal cinta-cinta gitu. Tapi ini sudah ada sekitar dua bulan tidak ada lagi,” ujarnya. (ian)