Suasana aksi unjukrasa para pekerja PT MOS, yang baru saja terjadi. (istimewa)
Suasana aksi unjukrasa para pekerja PT MOS, yang baru saja terjadi. (istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Suasana aksi unjukrasa pekerja PT Multi Ocean Shipyard (PT MOS) di lokasi perusahaan tersebut, Kamis (12/1/2017), dipicu dugaan tidak cakapnya manajemen menangani hak pekerja.

Sejumlah pekerja mengatakan, mereka berunjukrasa karena gaji yang semestinya dibayarkan paling lambat tanggal 10 setiap bulannya, sampai hari ini, atau dua hari dari batas waktu, belum juga dibayarkan.

“Bulan lalu begitu. Gaji kami dibayarkan tanggal 10. Bulan sekarang sudah tanggal 12, belum ada tanda-tanda gaji kami dibayarkan,” kata seorang pekerja yang enggan disebut nama kepada Lendoot.com, di lokasi terjadinya aksi tersebut.

Pernyataan pekerja tersebut dibenarkan pekerja lainnya. Selain sering terlambatnya pembayaran gaji, aksi itu juga dipicu dengan tidak adanya komunikasi dan perhatian pihak perusahaan kepada para pekerjanya.

“Sebenarnya masih ada lagi penyebab lainnya. Cuma tidak bisa kita sampaikan di sini bang. Yang pasti lambat gaji ini penyebabnya kami marah,” kata pekerja lainnya.

Sampai berita ini diturunkan, pihak manajemen PT MOS belum dapat dikonfirmasi terkait penyebab aksi unjukrasa tersebut.

Diberitakan sebelumnya seribuan pekerja PT MOS menggelar aksi unjukrasa yang berujung rusuh karena sempat diwarnai aksi anarkis sejumlah oknum pekerja.

Aksi mencekam karena dikabarkan para pekerja sempat melakukan aksi bakar-bakaran di lokasi perusahaan. Setelah dipantau Lendoot.com, aksi bakar-bakaran tersebut hanya terjadi terhadap ban bekas di sekitar lokasi aksi.

Hingga pukul 11.45 WIB, aksi unjukrasa spontan para pekerja di bisang galangan kapal itu masih berlangsung. (sjs)