Ketiga tersangka komplotan pencuri yang diamankan Polres Karimun, dua tersangka terpaksa ditembak pada bagian kaki karena melawan petugas saat ditangkap (ian)
Ketiga tersangka komplotan pencuri yang diamankan Polres Karimun, dua tersangka terpaksa ditembak pada bagian kaki karena melawan petugas saat ditangkap (ian)

Karimun, Lendoot.com – Suasana mencekam terjadi di Jalan Kuda Laut Kolong Bawah Sei Lakam Barat, Selasa (22/8/2017) sekira pukul 10.00 WIB. Warga yang berada di sekitar lokasi dikagetkan dengan suara letusan tembakan dari sebuah rumah di kawasan tersebut.

Warga sekitarpun mencari tahu sumber suara tembakan tersebut. Ternyata, ada beberapa anggota polisi mengepung sebuah rumah yang diduga sebagai tempat tinggal SR, yang disangka sebagai pelaku pencurian kelas kakap di berbagai tempat di Karimun.

Sebelum suara tembakan diletuskan, menurut sumber Lendoot.com di lapangan, pelaku SR sempat melempar batu ke arah polisi yang akan melakukan penangkapan.

“Pelaku yang saya tak kenal, sempat melawan dengan mengancam melempat batu ke arah petugas,” kata sumber Lendoot.com, siang tadi.

Bahkan, kata Kasatreskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara, setelah didekati petugas, tersangka masih membawa batu dan berusaha memberikan perlawanan.

“Kita melakukan penembakan terhadap dua tersangka karena mereka melawan petugas. Kita merasa terancam, membahayakan bagi anggota dan saya, ya terpaksa kita lakukan penembakan,” jelas Lulik Febyantara.

Sementara pelaku IS, yang keesokan harinya, Rabu (23/8/2017) sekira pukul 14.30 WIB ditangkap di Pelabuhan Roro saat tiba dari Tanjungbatu, juga melakukan tindakan yang sama.

Anggota Satuan Reskrim Polres Karimun terpaksa menghadiahi timah panas kepada IS sebagai satu dari tiga tersangka komplotan pencurian dengan pemberatan. Ini karena IS juga melawan petugas saat dilakukan penangkapan. Ketiga tersangka tersebut yakni, SR (41), MZ (19) dan IS (36).

Lulik menuturkan, penangkapan ketiganya berawal dari adanya laporan masyarakat terkait keberadaan SR yang diduga kuat melakukan tindak pidana di Pelabuhan Tanjungbali Karimun. Setelah didalami SR berada di Telaga Tujuh dan langsung diamankan.

“Dari keterangan SR, kemudian dikembangkan ke TKP lainnya, di Kantor Desa Pangke Barat ternyata SR adalah pemetiknya (pelaku) langsung dengan ditemani temannya yaitu tersangka MZ. Kemudian MZ kita amankan di Kuda Laut.”

“Di sana kita mendapatkan beberapa barang bukti yakni; tiga Laptop dan alat lain yang digunakan untuk mencuri seperti gunting besi,” kata Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP LUlik Febyantara saat press rilis di Mapolres Karimun, Kamis (24/8/2017).

Setelah dikembangkan, dari kedua tersangka muncul keterangan bahwa ada pelaku lain yakni, IS. Saat dilakukan penyelidikan IS tengah berada di Tanjungbatu, namun pada Rabu (23/8/2017) saat IS kembali ke Tanjungbalai Karimun dari Tanjungbatu langsung diamankan di Pelabuhan Roro.

“Dari tangan IS kita mengamankan 10 barang bukti sepeda motor tersebut, namun dari 10 motor baru 8 motor yang terdapat laporan polisinya,” ucap Lulik yang juga menyebut ini sebagai pencuri kelas kakap itu.

Dijelaskan Lulik, dari tersangka SR pihaknya mengamankan beberapa barang bukti hasil curian yakni, 2 unit Laptop, 1 Note book, Mesin printer, Mesin Genset, 2 bor listrik, Hp, Mesin pemotong besi, Gunting besi dan dua kotak amal. Sementara dari IS pihaknya mengamankan 10 unit sepeda motor yang disembunyikan di beberapa lokasi.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dikenakan pasal 363 yaitu tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (ian/sjs)