Kepala BNNK Karimun, Kompol Ahmad Sholeh saat diwawancarai di ruang kerjanya
Kepala BNNK Karimun, Kompol Ahmad Sholeh saat diwawancarai di ruang kerjanya (ian)

Karimun, Lendoot.com – Terkait maraknya pengguna Narkoba di kalangan siswa, seperti lendoot.com beritakan sebelumnya puluhan siswa SMP positif menggunakan sabu-sabu, diakui BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) Karimun, terjadi di Karimun.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karimun, Kompol Ahmad Sholeh mengatakan hal ini terjadi karena ada beberapa faktor penyebabnya. Yakni, belum optimalnya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Faktor tersebut di antaranya, masih kurang optimalnya Dinas Pendidikan ke pihak sekolah untuk melakukan sosialisasi, masih kurangnya peran Dinas Kesehatan, masih kurangnya peran Pemerintah Daerah dan kurangnya peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Apa faktor penyebab masih maraknya peredaran narkoba itu? Pertama, karena kurangnya peran Dinas Pendidikan, kurang perannya Dinas Kesehatan, kurang perannya Pemda dan kurangnya peran LSM,” kata Kompol Ahmad Sholeh saat diwawancarai Lendoot.com di ruang kerjanya, Senin (18/9/2017) kemarin.

Menurut Ahmad Sholeh, memerangi narkoba tidak dapat dilakukan sendiri oleh BNNK, namun juga dibutuhkan peran semua masyarakat. Semua elemen masyarakat harus bersinergi. Untuk itu kesadaran pihak sekolah untuk mau melakukan tes urin terhadap siswa-siswi dan membentuk Satgas anti narkoba di sekolah masing-masing sangat penting.

“Makanya menangani masalah narkoba ini tidak bisa hanya dilakukan oleh BNNK saja, semua masyarakat di sini harus bersinergi. Selain itu pembentukan Satgas di setiap sekolah juga sangat penting karena itu merupakan salah satu langkah pencegahan narkoba terjadi di lingkungan sekolah,” ucap Ahmad Sholeh.

Ia menambahkan, selama ini pihaknya telah melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba di setiap sekolah-sekolah. Namun hanya saja Ahmad Sholeh menyebut masih banyak pihak sekolah yang enggan untuk melakukan sosialisasi tersebut karena merasa menjadi suatu beban bagi mereka.

“Pembentukan Satgas anti narkoba di sekolah itu adalah salah satu untuk pencegahan dalam lingkungan di sekolah, tapi peran sekolah ini seperti beban bagi mereka, padahal tidak karena nanti itu akan berguna bagi siswa-siswinya saat besar nanti,” ujar Ahmad Sholeh. (ian)