Kepala BNNK Karimun, Kompol Ahmad Sholeh saat diwawancarai di ruang kerjanya
Kepala BNNK Karimun, Kompol Ahmad Sholeh. (ian)

Karimun, Lendoot.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kabupaten Karimun, Ahmad Sholeh mengatakan jumlah penyalahguna narkoba di Karimun yang datang untuk melakukan rehabilitasi masih sangat sedikit.

Terhitung hingga pertengahan April 2018 ini, baru sekitar 20 orang penyalahgunaan narkoba yang datang dan menjalani rehabilitasi di klinik Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karimun.

Sementara di tahun 2017, BNNK Karimun telah merehabilitasi sebanyak 78 penyalahguna narkoba, 75 diantaranya menjalani rawat jalan dan tiga lainnya dirawat inap.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kabupaten Karimun Kompol Ahmad Soleh mengatakan faktor merasa malu menjadi penyebab para penyalahguna narkoba enggan mau datang untuk direhabilitasi.

“Dibandingkan jumlah pengguna narkoba di Karimun ini masih minim. Dikarenakan mereka masih malu,” kata Ahmad Soleh, Selasa (17/4/2018).

Ahmad Sholeh menyebut, agar Karimun terbebas dari narkoba maka masyarakat Karimun dapat ikut berperan aktif. Diantaranya dengan membawa anggota keluarga atau masyarakat di lingkungannya melakukan rehabilitasi.

“Lebih baik direhabilitasi daripada harus ditangkap aparat penegak hukum,” ucap Sholeh.

Dalam menekan penyalahgunaan narkoba, BNN Kabupten Karimun juga melakukan kerjasama dengan Rumah Tahanan Kelas II Tanjungbalai. Kerjasama dilakukan dengan merehabilitasi warga binaan yang telah bebas. Tujuannya tak lain adalah untuk mencegah mereka kembali menggunakan narkoba.

“Kita harus lakukan pencegahan. Karena ada saja cara sindikat peredaran narkoba untuk menarik para narapidana ini,” ujar Soleh.

Bagi para penyalahguna narkoba dapat melakukan rehabilitasi dengan rawat jalan atau rawat inap. Ini tergantung dari indikasi penyalahgunaan mereka.

Untuk di Karimun, rawat jalan dapat dilakukan di Klinik Pratama BNNK Karimun, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani, Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) dan Puskesmas Tanjungbatu. Sementara untuk rawat inap dilakukan di Batam. (ian/riandi)