Antrian warga saat mengurus paspor di kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun, belum lama ini.(sjs)
Antrian warga saat mengurus paspor di kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun, belum lama ini.(sjs)

Karimun, Lendoot.com – Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun semakin memperketat pengurusan dan pemeriksaan paspor di pintu keluar Pelabuhan Internasional.

Hal itu dilakukan untuk memberikan perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (TKI) yang hendak bekerja di luar negeri.

Cara tersebut yakni dengan menambah beberapa prosedur bagi pemohon paspor di antaranya, meminta surat jaminan dari pihak keluarga, adanya paspor penjamin, dan surat- surat rekomendasi dari instansi atau lembaga.

Kepala Seksi Informasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Ryawantri Nurfatimah mengatakan, saat ini segala macam cara ditempuh masyarakat untuk dapat bekerja menjadi TKI di luar negeri. Bahkan, meski dilakukan lewat jalur tidak resmi atau non prosedural.

“Dengan alasan- alasan seperti itu, maka kita memperketat pemeriksaan maupun pengurusan paspor bagi mereka yang terindikasi ingin menjadi TKI di luar negeri,” katanya.

Menurutnya ada enam negara yang menjadi tempat tujuan para TKI, yakni Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong, korea dan Arab Saudi.

“Alasan sebagian TKI karena gaji bekerja di luar negeri lebih tinggi, walaupun mereka harus bekerja tanpa dokumen dari Disnaker atau agen penyaluran TKI resmi,” ujar Rya, Jumat (31/3/2017).

Rya mengatakan, Keselamatan TKI non prosedural sangat berbahaya di luar negeri. Mereka bekerja tanpa adanya jaminan agen penyaluran, sehingga jika terjadi musibah atau kecelakaan kerja akhirnya tidak menjadi tanggungan negara.

Memperketat pemeriksaan bukan berarti pihak imigrasi mempesulit masyarakat mengurus paspor atau visa, semua dilakukan untuk memberikan pelindungan bagi WNI.

“Kita menghimbau kepada masyarakat untuk dapat menginformasikan seluruh keluarganya maupun tetangga agar tidak terpengaruh oleh agen-agen penyaluran TKI tidak resmi,” katanya. (ian)