Suasana sosialisasi pungli di Pemkab Karimun, pagi tadi. (ian)
Suasana sosialisasi pungli di Pemkab Karimun, pagi tadi. (ian)

Karimun, Lendoot.com –  Ada sembilan tempat yang rawan terhadap praktik pungli yang harus kita ketahui agar kita terhindar dan dapat melakukan tindakan pencegahan nantinya. Ini diungkakan Ketua Tim Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Provinsi Kepri, Kombes Pol Heru Pranoto saat acara sosialisasi di Pemkab Karimun, pagi tadi.

Sembilan tempat yang rawan pungli itu di antaranya; tempat pengurusan izin usaha, pengurusan kepemilikan pengurusan sertifikat tanah, pengurusan administrasi nikah, pengurusan KTP dan Akte Lahir, pengurusan paspor, administrasi kendaraan bermotor, bongkar muat barang di pelabuhan dan bandara, promosi pengangkatan kepegawaian di badan kepegawaian dan kunjungan ke Lapas.

“Tempat-tempat seperti ini lah yang sering menjadi rawan praktik pungli dengan berbagai modus operandinya,” kata Kombes Pol Heru Pranoto usai acara sosialisasi tersebut, Rabu (22/3/2017).

Sementara modus-modus pungli yang sering terjadi, juga disebutkan Heru. Modusnya, di antaranya; pertama, adanya calo yang bermain dalam hal pengurusan dokumen-dokumen masyarakat di tempat pelayanan publik. Kedua, melakukan penarikan distribusi kendaraan dengan dipayungi SK walikota/bupati, meminta komisi dalam pelaksanaan tender proyek.

Ketiga, banyaknya komponen yang harus dibayar, padahal pungutan tersebut tidak ada hubungannya dengan aktifitas di pelabuhan. Keempat, meminta sejumlah uang agar dalam pengurusan administrasi lebih cepat di proses dan mempersulit dalam pengurusan administrasi dalam hal perizinan.

“Kalau ada hal-hal yang diluar dari pada itu, masyarakat tidak mendapat kepastian harga berapa kepengurusan dan waktunya juga tidak jelas, berartikan ada sesuatu permaiann disitu. Itu yang kita lakukan penertiban kalau itu masih ada,” ucapnya. (ian)