Bupati Karimun Aunur Rafiq Pimpin Rapat Koordinasi Tatanan New Normal, Selasa (16/6/2020). (Foto : rnd/Lendoot.com).

Karimun, Lendoot.com – Bupati Karimun Aunur Rafiq mengeluarkan sembilan poin kebijakan tentang penerapan new normal di Kabupaten.

Penerapan tersebut dipaparkannya setelah menggelar Rapat Koordinasi yang digelar di ruang Cempaka Putih, Selasa (16/6/2020).

Dari sembilan poin tersebut yaitu:
1. Kepada Camat agar dapat bersinergi dengan TNI-Polri, untuk mewujudkan Kelurahan/Desa tangguh Covid-19 dimasing-masih wilayahnya.

2. Kepada Dinas Perhubungan agar dapat berkoordinasi dengan Satlantas Polres Karimun untuk melakukan inovasi terkait penyampaian himbauan kepada masyarakat dititik keramaian dan pusat transportasi publik menggunakan speaker himbauan terkait protokol kesehatan.

3. Kepada masing-masing Kecamatan yang memiliki akses masuk bagi perjalanan agar dapat menerapkan protokol kesehatan yang ketat, terutama bagi perjalanan dari Batam, Tanjungpinang dan dari Provinsi Riau.

4. Kepada Dinas Pendidikan agar dapatĀ mempersiapkan dari awal lagi, sebelum jadwal masuk sekolah anak-anak dengan dilakukan persiapan sekolah-sekolah tangguh Covid-19.

5. Kepada Satpol PP agar dapat menerapkan dan memanfaatkan fasilitas digital, berupa speaker untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat dititik keramaian, seperti pasar, tugu MTQ, Coastal Area, pasar malam dan lainnya, dan bersinergi dengan TNI-Polri.

6. Kepada seluruh instansi pemerintah daerah instansi vertikal yang tangguh Covid-19, agar dapat menerapkan protokol kesehatan dan SOP Covid-19 sehingga menjadi motivasi dan contoh bagi masyarakat.

7. Kementerian Agama beserta jajarannya akan menerapkan sekolah yang berada di bawah kewenangannya untuk tangguh Covid-19, KUA Tangguh, dan Tempat Ibadah Tangguh Covid-19.

8. Pembuatan payung hukum (Perbub) terkait penanganan dan pencegahan Covid-19.

9. Kepada Dishub agar melakukan koordinasi terkait penegasan pada ASDP untuk tidak melayani penumpang pribadi, dan setiap supir (mobil barang) diwajibkan melakukan rapid test, dan jika tidak ada akan dilakukan karantina di Puskesmas Meral Barat. (rnd)