Bupati Karimun Aunur Rafiq menyaksikan pemotongan tumpeng oleh Komisaris Utama PT Panbil Group, Johanes Kennedy saat syukuran pembangunan kota baru di Tebing, pagi tadi. (ian)
Bupati Karimun Aunur Rafiq menyaksikan pemotongan tumpeng oleh Komisaris Utama PT Panbil Group, Johanes Kennedy saat syukuran pembangunan kota baru di Tebing, pagi tadi. (ian)

Karimun, Lendoot.com –  Ada empat syarat yang diminta warga Karimun kepada investor yang akan mendirikan kota baru di kawasan Tebing Coastal Area Karimun. Empat syarat itu disampaikan Bupati Aunur Rafiq kepada investor saat acara syukuran pembangunan kota baru Tebing, pagi tadi.

“Saya di sini mewakili masyarakat. Ibarat bom waktu, kalau tidak kita perhatikan keinginan masyarakat. Kemarin waktu pertemuan, pekerja kata manajemen 60:40, warga minta dan saya berharap bisa 70:30. Kalau untuk kerja-kerja las, misalnya, kita banyak, Jangan sampai pekerjaan seperti ini mendatangkan  dari luar,” kata Rafiq dalam sambutannya.

Selain soal jatah pekerja, Rafiq juga meminta agar penataan lingkungan hidup, seperti persoalan banjir. Rafiq meminta penataannya harus benar-benar sesuai ekspektasi masyarakat.

Termasuk di antaranya kelanjutan hidup para nelayan tradisional menjadi perhatian. Rafiq meminta agar investor memberikan perhatian kepada nelayan tersebut menjadi nelayan yang modern.

Rafiq, juga mengungkapkan kekhawatiran warganya terkait ada kebijakan kawasan kota baru itu dinikmati para pemilik modal dan orang yang tertentu saja.

“Warga kami takut nanti kalau jadi, kawasan ini menjadi kawasan tertutup. Yang menikmati hanya para pemilik modal dan orang mampu saja. Ini kami tekankan agar warga kami tidak hanya jadi penonton nantinya,” ujarnya.

Di akhir sambutannya tersebut, Rafiq mengatakan bahwa hal-hal tersebut agar menjadi perhatian pihak investor.

“Empat hal yang saya sampaikan itu merupakan keinginan masyarakat pak. Saya berdiri di sini sebagai wakil masyarakat,” ujarnya yang disambut tepuk riuh hadirin. (*)