Kasiwasdakim Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Berthi Mustika (kanan) menunjukkan pasport TKI ilegal
Kasiwasdakim Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Berthi Mustika (kanan) menunjukkan pasport TKI ilegal (ian)

Karimun, Lendoot.com – Lanal Tanjungbalai Karimun menyerahkan 14 TKI ilegal beserta 1 tekong dan 1 ABK kapal ke Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Senin (22/5/2017) siang.

Ke-14 TKI tersebut diamankan oleh Tim WFQR Koarmabar Lantamal IV Lanal Karimun di perairan Selat Malaka pada posisi 01° 02′ 821″ U – 103° 26′ 117″ T, Sabtu (13/5/2017) lalu sekira pukul 00.30 WIB. Diketahui 14 TKI tersebut berangkat dari Malaysia menggunakan speed boat tanpa nama mesin 40 PK.

Paurkumla Lanal TBK, Lett Laut Willy Wardhana yang menyerahkan secara langsung ke -14 TKI tersebut kepada Kasiwasdakim Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun mengatakan TKI ini berangkat dari Malaysia melalui jalur ilegal tanpa diketahui untuk cap pasport oleh Imigrasi.

“Jadi ke-14 TKI ini berangkat dari Malaysia menggunakan sarana boat pancung mesin 40 PK dan langsung turun diperairan Leho Sei Batak,” ucapnya.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Berthi Mustika mengatakan setelah ke-14 TKI tersebut diserahkan kepada pihaknya, proses selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut (BAP).

“Apakah nantinya bisa dikenakan UUD Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yakni masuk ke Indonesia tanpa melalui proses pemeriksaan Imigrasi. Tapi kalau unsurnya tidak mencukupi akan kita anggap sebagai korban dan langkah selanjutnya memblokir namanya dalam hal pembuatan pasport selama dua tahun,” kata Berthi Mustika, Senin (22/5/2017).

Sementara untuk Tekong dan ABKnya, Berthi menuturkan bahwa pihaknya akan melakukan proses penyelidikan. Jika nantinya alat bukti sudah lengkap pihaknya akan meningkatkan statusnya menjadi penyidikan.

“Untuk tekong dan ABKnya kita akan lakukan penyelidikan dulu. Kalau alat buktinya sudah lengkap akan ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan,” ucap Berthi.

Berthi menjelaskan, dari ke-14 TKI ilegal ini. Yang memiliki pasport hanya delapan orang. Sementara sisanya tidak memiliki pasport. Untuk barang bukti yakni 4.900 Ringgit Malaysia dan Rp.900 ribu dari keuntungan yang didapat oleh tekong. (ian)