Karimun, Lendoot.com – Kasi Infokim Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Ryawantri Nurfatimah menduga bahwa kelima Warga Negara Indonesia (WNI) hanyalah korban dari tekong TKI Ilegal.

“Kita menduga mereka ini adalah korban dari tekong TKI Ilegal,” kata Ryawantri Nurfatimah, Rabu (14/4/2017).

Namun meski menjadi korban dari tekong TKI Ilegal, Ryawantri Nurfatimah menyebut bahwa kelima WNI ini tetap akan diproses sesuai undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

“Kita masih proses jika dikenakan aturan keimigrasian maka akan dilakukan pencekalan pembuatan paspor dan untuk keluar negeri selama dua tahun. Dan, itu bisa diperpanjang,” ucapnya.

Sebelumnya, lima warga negara Indonesia diamankan petugas Direktoran Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepri dari sebuah kapal karena tidak memiliki dokumen lengkap. Kelima WNI tersebut saat ini sudah menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun.

Kelima WNI tersebut yakni, Aki Badullah (50), Syahid anwar (29), Jaripin Husni (47), Sugiono (26) dan Saman (39) mereka nekat pulang ke Indonesia lewat jalur ilegal dengan membayar kapal untuk satu orang 900 Ringgit Malaysia. (ian)