Karimun, Lendoot.com – Empat orang Warga Negara Asing (WNA) diamankan Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun. Keempat orang tersebut diamankan terkait penyalahangunaan ijin tinggal di Kabupaten Karimun selama tahun 2018.

Empat orang WNA yang diamankan dua orang diantaranya asal Malaysia yakni, Abd Malik bin Muhamamad Desa, M Yazid bin Jamil asal Malaysia, dan M Nasir dari Singapura serta dari George asal Filipina.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun Mas Arie Yuliansyah Dwiputra melalui Kepala Seksi Informasi Sarana Komunikasi Keimigrasian (Insarkomkim) Ryawantri Nurfatimah mengatakan, keempat WNA tersebut diamankan dari tiga lokasi berbeda, yakni di angkringan kawasan Teluk Air, Pelabuhan Internasional dan PT Saipem.

“Empat orang ini diamankan dari tiga lokasi berbeda, diantaranya di angkringan kawasan Teluk Air, Pelabuhan Internasional dan PT Saipem. Mereka telah kita tahan di ruang Detensi Kanim Kelas II Tanjungbalai Karimun” kata Rya ketika menggelar Rilis, Kamis (1/3/2018) kemarin.

Rya mengatakan, warga negara Malaysia atas nama Abdul Malik bin Muhammad diamankan karena diduga menyalahgunakan visa kunjungan untuk tinggal di Indonesia. Abdul malik telah melebihi ijin tinggal yang seharusnya hanya dapat tinggal di Indonesia selama 30 hari.

Sedangkan untuk warga negara Malaysia bernama M Yazid, diduga telah melanggar ijin tinggal di Indonesia tanpa dilengkapi dokumen keimigrasian. M Yazid masuk ke Indonesia menumpang speedboat milik temannya masuk ke Karimun. Kasus ketiga adalah terhadap dua orang asal Singapura dan Filipina yang diduga menyalahi ijin tinggal dengan masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan untuk bekerja.

“Kita amankan kedua orang ini di PT Saipem, dia datang ke Karimun untuk melakukan aktivitas bekerja pengecekkan hasil pengecatan di perusahaan tersebut. Kejadian serupa juga kita lakukan di PT Saipem melalui Subcon perusahaan asal Italia tersebu yakni mengamankan salah seorang pekerja di sana,” katanya.

Saat ini pihak Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun masih melakukan pemeriksaan terhadap keempat WNA tersebut dan di tahan di ruang detensi. (Riandi/Ian)