Karimun, Lendoot.com – Tim Pengawasan dan Penindakan Orang Asing (Timpora) Kantor Imigrasi kelas II Tanjungbalai Karimun kembali mengamankan tiga pria Warga Negara Asing (WNA) asal Vietnam berinisial TTM, HVN dan TDC, Kamis (5/7/2018).

Ketiga WNA tersebut diamankan pada saat Timpora melakukan pengawasan di daerah Kecamatan Meral, petugas mencurigai 2 orang WNA melakukan kegiatan bekerja, karena kedua WNA tersebut terlihat mengenakan kemeja dan celana pendek bebercak noda oli di bajunya.

“Setelah dilakukan wawancara awal, kedua WNA tersebut diduga bekerja sebagai teknisi mesin kapal penangkap ikan,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Mas Arie Yuliansyah saat menggelar konferensi pers sekitar pukul 15.00 WIB.

Kepala seksi Lantas Kim, Cristian mengatakan, stelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, selain 2 WNA tersebut terdapat 1 WNA berinisial TDC yang merupakan penghubung atau penerjemah antara TTM dan HVN dengan pihak dari Indonesia.

“Ketiga WNA ini datang ke Karimun pada tanggal (28/6/2018) dengan menggunakan fasilitas BVK. Namun WNA atas nama TDC ini kita ketahui telah beberapa melakukan kunjungan singkat ke Karimun dan Batam,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi informasi sarana dan komunikasi, Ryawantri nurfatimah menambahkan, ketiga WNA tersebut telah melanggar keimigrasian dengan pasal 122 huruf a Undang-undang No.6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

“Ketiga WNA tersebut telah melanggar peraturan keimigrasian, yang mana setiap orang asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tanggal yang diberikan kepadanya,” tambahnya.

Ryan mengatakan, apabila dalam proses pemeriksaan lebih lanjut ditemukan yang diduga sebagai sponsor atau penjamin Warga Negara Indonesia, akan dikenakan pasal 122 huruf b Undang-undang No.6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

“Saat ini ketiga WNA tersebut masih dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan, karena kita butuh orang penerjemah bahasa Vietnam ini. Apakah ada penjamin mereka dari warga Indonesia akan kita tindak secara hukum keimigrasian. (riandi)