Sejumlah pekerja asing yang diduga ilegal di Imigrasi Karimun, belum lama ini. (istimewa)
Sejumlah pekerja asing yang diduga ilegal di Imigrasi Karimun, belum lama ini. (istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Mas Arie Yuliansa DP mengatakan kontribusi dan laporan dari masyarakat sangat membantu pihaknya dalam melakukan pengawasan terhadap warga negara asing (WNA), termasuk pekerja asing, khususnya yang bermasalah di Karimun.

“Kasus sebelumnya, kita menerima laporan-laporan dari masyarakat. Seperti yang belum lama ini,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Mas Arie Yuliansa DP, saat ekspose penangkapan TKA bermasalah, Senin (6/2/2017) lalu.

Arie menyebut, tidak semua laporan yang diterima akan berakhir dengan penangkapan. Setelah informasi diterima maka pihak imigrasi akan melanjutkan dengan cara menyelidiki dan memeriksa untuk memastikan apakah WNA tersebut benar-benar melakukan pelanggaran.

“Kita tidak serta merta menindak. Bagaimana caranya mensisasatinya, kita akan turun dan ngikutin setelah mendapatkan laporan,” ujarnya.

Sementara itu, terkait maraknya pemberitaan tentang warga Negara Tiongkok bermasalah di daerah lain, Arie menjelaskan hal tersebut tidak terjadi di Karimun. Karena dari data yang ada di Imigrasi Tanjungbalai Karimun saat ini hanya enam orang TKA asal Tiongkok yang bekerja di Karimun.

“Saat ini hanya enam orang TKA asal Tiongkok dan semuanya resmi. Diperkirakan satu setengah tahun lagi baru akan ada 300 TKA Tiongkok. Dan, mereka sudah lapor. Untuk saat ini TKA paling banyak dari Negara India di PT Saipem,” jelas Arie. (ian)