Karimun, Lendot.com – Sebanyak 35 Penari Sanggar Tari Pelangi Budaya Studio (PBS) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, unjuk gigi dalam ajang Lomba Tari Minang Kreasi yang digelar Sanggar Tari Andam Dewi di Museum Adityawarman, Jl. Diponegoro Padang, Minggu (7/10/2018).

Lomba tersebut diikuti sebanyak 13 Penari (Sanggar) yang ada di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, satu diantaranya dari Penari Sanggar Tari Pelangi Budaya Studio (PBS) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Tari yang dipersembahkan tim dari PBS merupakan dua tarian eksibisi yaitu, Tari Randai Kreasi Baru dan Tari Melayu Kreasi Rampak Marwas yang dibagi menjadi beberapa tim dan terdiri dari, Tarian Lenggang Batok, Tarian Pesta Panen serta Tari Randai Kreasi.

Lenggak-lenggok gerak tubuh penari yang tak kalah dengan penari profesional ini terlihat luwes mengikuti iringan dentum musik yang dibawakan mereka. Tepuk tangan gemuruh penonton pun tak luput diberikan saat mereka menari di atas panggung.

Ketua pelaksana, Dewi Rasita menjelaskan, lomba tersebut dibagi menjadi 7 kategori, diantaranya tingkat SMP, SMA, TK, SD se-Kota Padang dan kategori kelompok. Untuk kategori SD dibagi menjadi dua yakni kategori tingkat kelas 1-3 dan kelas 4-6.

“Lomba ini digelar oleh Sanggar Andam Dewi dengan tujuan membangkitkan minat dan bakat semua penari yang ada di Sumbar agar tidak ada yang malu lagi mengeluarkan ekspresi mereka dalam menari khususnya tari minang. Untuk pesertanya dari seluruh Sumatera Barat, namun kita kedatangan tamu istimewa dari Tanjungbalai Karimun,” jelasnya.

Menurut Dewi, penampilan yang ditampilkan Penari Sanggar Tari Pelangi Budaya Studio (PBS) Kabupaten Karimun cukup bagus dan memukau serta mampu membuat para juri dan penonton yang ada acungkan jempol.

“Semua penonton disini mengacungkan jempol kepada mereka. Setelah juga berterimakasih atas kedatangannya yang telah ikut berpartisipasi mengikuti lomba yang kami buat ini. Penonton terpukau, kok bisa kompak, asyik nenarinya, senyumnya juga tidak dibuat-buat. Pokoknya penampilannya pres,” kata Dewi yang merupakan Pelatih sekaligus Pimpinan Sanggar Andam Dewi itu.

Sementara itu, Pimpinan sekaligus Koreogafer Sanggar Tari Pelangi Budaya Studio Kabupaten Karimun, Ahadian Zulseptriadi mengatakan, selama ini anak didiknya tersebut memang sering membawakan tarian Melayu, akan tetapi harus dan wajib mengetahui jenis tarian nusantara lainnya diantaranya Tarian Padang.

“Ini merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi kami. Biasanya memang kami sering membawakan tarian Melayu saja, namun festival ini kita harus menampilkan tarian daerah lain yaitu tarian Minang,” ujarnya. (Riandi)