Eva Linawati saat dirawat RSUD M Sani, tadi pagi. (ian)
Eva Linawati saat dirawat RSUD M Sani, tadi pagi. (ian)

Karimun, Lendoot.com – Abdi Purba (33) mengeluhkan pelayanan pihak RSUD M Sani. Seorang dokter berinisial J yang menangani perobatan istrinya, Eva Linawati (30) diduga telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan pasien.

Abdi Purba menceritakan, beberapa malam lalu, dokter J yang menangani istrinya menyuntikkan obat antibiotik. Setelah diberikan suntikan obat antibiotik tersebut, tubuh istrinya langsung tidak dapat merespon apa-apa dan bahkan langsung tumbang.

“Dokternya tidak memberitahukan jenis obat apa yang disuntik. Dokter itu cuman bilang kalau obat itu paling aman untuk ibu hamil. Tapi yang saya rasakan obat itu tidak aman untuk saya,” ucap Eva saat ditanya Lendoot.com di RSUD HM Sani yang dirawat di Lantai IV ruang 407.

Eva Linawati juga menceritakan, setelah dokter memberi suntikan obat tersebut berdampak pada kepalanya yang tiba-tiba pusing, dan bahkan tidak bisa melihat dan tidak bisa bicara.

“Setelah dokter itu menyuntikkan obat itu tiba-tiba tubuh saya tidak bisa digerakkan, mata gelap tidak bisa melihat dan tidak bisa ngomong, cuma bisa mendengar saja,” ucap Eva.

Namun saat keluarga pasien dan pasien menyampaikan keluhan yang dialaminya ke dokter, pihak dokter memberi tanggapan yang kurang baik dan tidak pantas kepada keluarga pasien dan pasien.

“Kalau tidak senang pelayanan di rumah sakit ini, saya akan buat rujukan ke Batam,” ujar Eva yang menirukan ucapan dokter tersebut.

Setelah mendapat ucapan dokter seperti itu, pihak keluarga langsung meminta surat rujukan kepada perawat jaga. Namun secara tiba-tiba, dokter bersangkutan tidak mengizinkan dengan alasan pasien belum selesai ditangani pengobatannya.

Setelah dokternya berkata seperti itu, Eva langsung meminta rujukan untuk ke Batam. “Tapi malah tidak dikasih sama dokternya, kalaupun mau kita harus lunasi biaya mulai dari pertama masuk ke rumah sakit dengan biaya sendiri dan tidak bisa menggunakan kartu BPJS,” ujar Abdi Purba menjelaskan pernyataan dokter bersangkutan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Informasi RSUD HM Sani, Rosdiana Lazuardi saat dikonfirmasi via phone mengatakan, akan menelusuri permasalahan ini. Karena Ia mengakui baru mengetahui kabar tersebut dari wartawan.

“Saya masih di Batam, nanti akan kita telusuri permasalahan ini,” ucap Rosdiana. (ian)