Hujan dan Air Laut Pasang Sebabkan Ratusan Rumah Warga Tebing Terendam Banjir
Hujan dan Air Laut Pasang Sebabkan Ratusan Rumah Warga Tebing Terendam Banjir

Karimun, Lendoot.com – Anggota DPRD Karimun Zaizulfikar mengaku prihatin dengan masalah yang dihadapi warga Kelurahan Tebing Kecamatan Tebing. Banjir menjadi salah satu yang tak kunjung selesai dihadapi warga di kawasan tersebut.

“Warga di sini sudah bagus mau berpartisipasi bangun gorong-gorong sendiri. Selanjutnya, Pemda (Pemerintah Daerah) lagi yang turun membantu menganggarkan penyelesainnya. Kasihan warga kita di sini selalu kena banjir kalau hujan atau saat air laut pasang,” katanya saat meninjau langsung di kawasan rawan banjir di Kelurahan Tebing tersebut, siang tadi.

Sabda Eko, Ketua Pemuda Tebing mengatakan kondisi banjir yang dihadapi seratusan warga di kawasan tersebut sudah berlangsung lebih dari 10 tahun lalu. “Dan sudah 10 tahun juga kita usulkan dibangunkan gorong-gorong, tapi tak pernah direalisasikan,” kata Sabda.

Menurut Sabda, sekitar ratusan perumahan warga di kawasan tersebut kerap mengalami musibah banjir. Jika air laut pasang ditambah curah hujan tinggi, maka pemukiman warga di kawasan tersebut terkepung banjir. “Kalau air laut pasang dan hujan, kawasan ini terkepung banjir,” katanya terkait lokasi rendah yang tidak jauh dari pantai dan tempat buangan air dari pemukiman di atasnya itu.

Warga lainnya, Jiai mengatakan kondisi banjir ini disebabkan karena daya tampung gorong-goron atau aliran sungai kecil menuju ke Coastal Area itu, sempit. Ditambah lagi kiriman air dari warga di atasnya, seperti dari Kampung Harjosari Tebing membuat air tak dapat tertampung di aliran sungai yang sempit tersebut.

“Kalau hujan apalagi ditambah air pasang, banjir semua rumah warga di kawasan sini. Air dari atas sana (Harjosari dan beberapa perumahan di atasnya) turunnya ke parit (sungai kecil) ini. Kalau tidak segera diperbaiki dan ditingkatkan, maka bisa tambah parah saja banjirnya.,” ujarnya.

Saat tinjauan tersebut, Zaizulfikar atau kerap disapa Boi itu didampingi Lurah Tebing Suhaimi dan stafnya, beberapa pegawai Dinas Pekerjaan Umum, staf kecamatan, anggota polisi setempat.

Di sela tinjauan tersebut, Boi meminta agar dinas PU benar-benar merancang dengan teliti dari usulan proyek peningkatan status sungai kecil tersebut. “Nanti harus benar-benar bagus perencanaannya. Sebab kalau setengah-setengah, bisa-bisa malah tambah parah banjirnya,” pungkasnya.

Sementara itu, keluhan soal banjir juga sudah diterima Anggota DPRD Karimun Sulfanow Putra. Politisi PDI Perjuangan ini sudah mendapat keluhan dari warga Pasir Panjang terkait permasalah yang sama, banjir.

“Jumat ini kami akan reses ke sana. Masalah banjir salah satu agenda yang akan disampaikan warga di sana. Sekalian saya juga ingin melihat langsung permasalahannya supaya bisa cepat dicarikan solusinya,” ujarnya. (sjs)