Karimun, Lendoot.com – Ketua Umum Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani mengatakan Gerakan Nasional Pembelajaran Aku Anak Jujur (Generasi Manjur) perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak.

Hal tersebut dikarenakan Ia miris saat membaca di beberapa media baru-baru ini yang menyatakan anak-anak mulai bercita-cita jadi koruptor. Cita-cita itu tercetus dipikiran anak ketika setiap hari mengkonsumsi berita soal koruptor kaya raya dipublikasi di media.

“Membaca ini miris sekali hati saya, cita-citanya ingin jadi koruptor. Allahuakbar, ini sampai tertanam dalam diri anak seolah koruptor punya uang banyak itu hidup enak dan merupakan sikap terpuji. Maka dari itu saya merasa perlu mengikuti gerakan nasional ini. Yakni Gerakan Nasional Pembelajaran Aku Anak Jujur (Generasi Manjur),” ucap Novi pada acara peluncuran Generasi Manjur di GOR Badang Perkasa, Sabtu (20/5/2017).

Novi berharap, dengan digelarnya gerakan tersebut anak-anak di Kabupaten Karimun memiliki karakter terpuji. Para orang tua wali murid dapat menjadi mentor kepada masyarakat disekitar lingkungannya dalam meneruskan Gerakan Aku Anak Jujur yang dicanangkan secara serentak secara nasional ini.

“Kegiatan ini bunyinya nasional tapi anggarannya tidak pakai APBD Kabupaten Karimun, sehingga kami secara swadaya melakukan patungan dengan melibatkan Bunda PAUD Kabupaten Karimun, Raja Asmah Rafiq, serta anggaran patungan dari semua PAUD se Pulau Karimun. Alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana,” katanya.

Efek dari gerakan itu diharapkan paling tidak anak-anak akan menamkan dalam dirinya bersifat jujur, jujur kepada diri sendiri, agama, orang tua, teman dan sekelilingnya. Sementara untuk evaluasinya nanti setiap PAUD agar dapat menerapkan pembelajaran Aku Anak Jujur serta mengajak anak-anak untuk praktek langsung.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Karimun, Raja Asmah Rafiq mengatakan, dibutuhkan kerja keras dari semua pihak untuk menuju pendidikan berkarakter dalam mencetak generasi yang jujur.

“Betapa pentingnya pendidikan karakter dalam membangun jati diri bangsa. karakter tumbuh jika dilatih. Ia bukan turunan, karakter adalah watak, akhlak dan tabiat seseorang yang berposes. Sehingga akan menjadikan seseorang dengan cara pandang dan bertindak,” ucap Asmah dalam membuka kegiatan Generasi Manjur. (ian)