Ilustrasi pernak-pernik Imlek yang dijajakan di Karimun. Foto diambil beberapa waktu lalu. (dok lendoot)
Ilustrasi pernak-pernik Imlek yang dijajakan di Karimun. Foto diambil beberapa waktu lalu. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Menjelang pelaksanaan perayaan Imlek tahun 2017, sejumlah pedagang di Karimun sudah mulai menjual pernak pernik khas perayaan masyarakat Tionghua tersebut.

Terlihat barang-barang seperti hiasan tempel, lampion dan baju khas Imlek sudah mulai di terlihat di ramai dijajakan di sejumlah toko. Toko-toko seperti di kawasan Meral, swalayan di Jalan A Yani dan juga pedagang di pasar sudah mulai marak menjajakannya.

Seperti salah satu pedagang pernak-pernik Imlek di kawasan Meral, Ria Susanti mengatakan, beberapa pekan menjelang Imlek masyarakat Tionghua sudah mulai berburu pernak pernik Imlek.

“Hiasan bermotif ayam api paling banyak peminatnya. Selain harganya murah, berkisar Rp 9 ribu sampai Rp 30 ribu perbungkus, para pembeli menilai jika di tahun ayam ini lebih bagus membeli pernak-pernik sebagai simbol keberuntungan,” ujar Ria, Selasa (10/1/2017).

Ia juga mengatakan, untuk pernak-pernik lain seperti lampion, dirinya menjual dengan harga kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 250 ribu per unit. Sedangkan hiasan rumah lain seperti bunga sakura, dirinya menjual dengan harga Rp 22ribu per batangnya.

“Biasanya paling ramai itu, seminggu sebelum perayaan Imlek. Terkadang kita juga hampir kehabisan stok,” katanya. (ian)