Kapal antar pulau saat berlayar dengan kondisi cuaca air laut tinggi.

Karimun, Lendoot.com – Badan Meteorologi Kelas IV Raja Haji Abdullah mencatat hari ini, Kamis (3/1/2019) gelombang air laut di perairan Karimun mencapai satu meter.

Kecepatan angin yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Karimun menjadi menyebab terjadinya gelombang laut yang tinggi.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IV Raja Haji Abdullah, Raden Eko Sarjono mengatakan biasanya kecepatan angin di wilayah Karimun hanya berkisar di antara empat sampai enam knot. Namun untuk saat ini kecepatan angin mencapai 10 knot.

“Untuk gelombang di perairan Karimun yang biasanya 0,2 sampai 0,5 meter sekarang 0,3 sampai satu meter,” kata Eko, Kamis (3/1/2019).

Penyebab kondisi cuaca tersebut adalah karena imbas siklon tropis pabuk yang terjadi di Laut Cina Selatan, atau tepatnya di sebelah timur Negara Malaysia.

Meskipun siklon tropis bersifat menjauhi garis khatulistiwa dan musnah saat berada di dataran luas atau benua, namun kondisi cuaca yang terjadi saat ini diperkirakan masih akan terjadi hingga Bulan Januari 2018.

“Ini sudah masuk hari ketiga. Perkiraannya sampai awal atau pertengahan Februari nanti,” katanya.

Untuk itu, Eko mengimbau kepada pengguna transportasi laut agar lebih berhati-hati. Ia berpesan agar tetap memantau kondisi cuaca dan tidak bepergian apabila tidak terlalu penting.

Sementara itu adapun pengaruh lain dari kondisi cuaca ini adalah terbentuknya awan rendah dan awan cumulonimbus yang menyebabkan curah hujan meningkat dan lebih signifikan.

“Hal ini dapat berimbas terjadinya bencana banjir bagi daerah dataran rendah dan longsor bagi daerah dataran tinggi,” ujarnya. (parulian turnip)