Pembina IPWL Kemensos RI-Yayasan SADO. Linda Theresia. (lendoot/sjs)
Pembina IPWL Kemensos RI-Yayasan SADO. Linda Theresia. (lendoot/sjs)

Karimun, Lendoot.com – Gara-gara pengungkapan fakta hasil tes urine di tiga SMP di Karimun yang hasilnya mengejutkan, yakni puluhan siswa SMP positif mengkonsumsi Sabu-sabu, sejumlah pengurus Yayasan Sahabat Anak Indonesia (SADO) dipanggil Kementerian Sosial RI.

“Saya ke Jakarta dipanggil Direktur Napza Kemesos RI. Ini sehubungan dengan kondisi Karimun saat ini, anak-anak usia SMP sudah terserang Napza. Ini sehubungan berita di media online juga ini, terutama Lendoot.com,” kata Pembina IPWL Kemensos RI-Yayasan SADO. Linda Theresia sebelum berangkat ke Jakarta, pagi tadi.

Linda mengatakan, Direktur Napza Kemensos RI mengaku khawatir terkait fakta yang diungkapkan ke sejumlah wartawan media online di Karimun. “Termasuk juga berita tentang adanya penekanan dari pihak tertentu agar  kita membuka data dan fakta ke pihak tertentu itu,” jelasnya.

Mengenai pemanggilan tersebut, bersifat dukungan atau justeru tekanan bagi Yayasan SADO, Linda mengungkapkan kemungkinan besar bentuk dukungan dari pemerintah pusat terhadap yayasannya.

“Pak Direktur Napza pernah bilang ke kami, siap pasang badan kalau berhubungan dengan data korban penyalahgunaan Napza. Beliau pernah bilang, kalau ada yang tanya siapa yang bilang tidak boleh memberikan data korban Napza, bilang saja beliau yang suruh,” pungkasnya. (sjs)