Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Guru Cabuli 15 Siswa di Karimun! Modusnya Belikan Jajan dan Nonton Film Kartun

Kasus pencabulan yang diduga dilakukan seorang oknum guru agama di salah satu sekolah di Kabupaten Karimun, berinisial H terhadap 15 siswa, memancing penasaran masyarakat. Perbuatan pelaku yang baru saja lulus sebagai P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) yang juga terdaftar sebagai anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) tersebut sudah dilakukan sejak 2020 lalu.

Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak. (foto sudutpandang)

Karimun, Lendoot.com  – Kasus pencabulan yang diduga dilakukan seorang oknum guru agama di salah satu sekolah di Kabupaten Karimun, berinisial H terhadap 15 siswa, memancing penasaran masyarakat.

Perbuatan pelaku yang baru saja lulus sebagai P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) yang juga terdaftar sebagai anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) tersebut sudah dilakukan sejak 2020 lalu.

Masyarakat pun bertanya-tanya tentang cara si guru bisa melakukan aksinya selama tiga tahun belakangan, tanpa ketahuan orangtua siswa atau orang lain.

“Kok bisa orangtua sampai tidak tahu, atau tentang kejadian orang-orang atau tetangga yang ada di sekitar rumah guru itu ya?” tanya seorang warga.

Ternyaya modus si oknum guru melakukan aksinya tanpa ketahuan selama tiga tahun belakangan, karena pelaku mengancam korban yang juga muridnya agar tidak bercerita kepada siapapun atas perbuatan yang telah dilakukannya.

Sementara modusnya, pelaku melakukan beragam cara. Salah satunya mengajak korban jalan-jalan, atau membelikan jajan, lalu mengajak ke rumah pelaku dan nonton film kartun.

Dunia pendidikan di Karimun tercoreng akibat aksi seorang oknum guru di salah satu kecamatan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri ini.

Kini tersangka pelaku yang belakangan diketahui berusia 30 tahun itu sedang dalam penanganan pihak kepolisian.

Sugianto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun yang dikonfirmasi wartawan juga membenarkan buruk yang mencederai dunia pendidikan di Karimun tersebut.

“Dia guru agama,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (1/3/2023). (*/msa)

Exit mobile version