Press rilis di Imigrasi Karimun, tadi pagi. (ian)
Press rilis di Imigrasi Karimun, tadi pagi. (ian)

Karimun, Lendoot.com – Sebanyak 14 Warga Negara Asing (WNA) diciduk petugas Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun. WNA ini diciduk di tiga lokasi yang berbeda, delapan orang di antaranya merupakan warga negara Thailand dan 6 orang warga negara Banglades.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Mas Ari mengatakan tiga warga negara Thailand yakni, Abduraheem Mahyeetae, Suchat Chomsuansawan dan Arhamadsunkiflee diamankan di salah satu rumah yang berada dikawasan Teluk Air, Kecamatan Karimun. Rumah tersebut disewa PT SK Mining dan dijadikan sebagai mess serta kantor.

“Tiga warga negara Thailad yaitu Abduraheem Mahyeetae, Suchat Chomsuansawan dan Arhamadsunkiflee mereka diamankan di salah satu rumah yang ada di Teluk Air nomor 20. Diketahui rumah itu digunakan PT SK Sena Mining sebagai mess dan kantor pegawai,” kata Mas Ari saat gelar press releas di kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Senin (6/2/2017).

Mas Air menuturkan, ke tiga warga negara Thailand tersebut tinggal di Indonesia tidak menggunakan visa bekerja melainkan visa kunjungan 212 beberapa kali perjalanan dan visa kunjungan saat kedatangan.

“Jadi mereka ini sudah tinggal dan bekerja di Indonesia sejak 2010. Berarti sudah enam tahun mereka, dan setiap kali mereka datang ke sini selalu menggunakan visa kunjungan 212 dan bukan menggunakan visa bekerja,” ujar Mas Ari.

Kerugian yang diakibatkan, Mas Ari menyebut sebanyak Rp 132 Juta. Karena telah melanggar pasal 122 huruf a UU no 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dipindana penjara paling lama lima tahun dan denda sebanyak Rp 500 Juta.

Sementara itu, enam orang warga negara Banglades juga ikut diamankan diduga akan keluar dari indonesia. Diamankan satu di antaranya merupakan sebagai pelaku utama yakni, Mohammad Omar dan lima rekannya yang akan dibawa masuk ke Malaysia.

“Lima orang yang akan dikirimankan pelaku bertemu di Batam, 31 Januari 2016 mereka berangkat dari Batam menuju ke Tanjungbalai Karimun dan pada pukul 12.00 WIB. Petugas Imigrasi mengamankannya di pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun kelimanya dijanjikan akan berkerja di Malaysia,” kata Kasi Wasdakim, Berty.

Ia menambahkan, lima orang warga negara Thailand juga diamankan pada 5 Februari 2017 yakni, Yase Kaheng, Peerapong Suppanam, Nopadol Natladarom, Anurak Turan dan Anrut Natladarom. Kelimanya diamankan petugas Imigrasi saat melakukan pengawasan orang asing di wilayah perairan Tanjungbalai Karimun dan ditemukan di kapal GT 1 Kapal Isap Produksi Timah. (ian)