Karimun, Lendoot.com – Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Archandra Tahar melakukan Grand Opening Inauguration PT Oil Tanking Karimun, Kamis (13/4/2017).

Peresmian tersebut ditandai dengan penandatangan batu prasasti oleh wakil menteri ESDM yang ditemani oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dan Bupati Karimun, Aunur Rafiq dan jajaran petinggi PT Oil Tanking Karimun.

Wakil Menteri, Archandra Tahar berharap dengan dilauncingnya tangki penyimpanan minyak ini, ketahanan energi di Indonesia bisa lebih ditingkatkan lagi. Supaya kebutuhan dalam negeri terutama Oil produk (BBM) dapat dipenuhi.

“Kita berharap dengan adanya tangki penyimpanan ini, ketahanan energi kita dapat lebih ditingkatkan lagi, supaya kebutuhan dalam negeri khususnya BBM bisa dipenuhi dengan adanya tangki oil ini,” kata Archandra Tahar.

Dengan siapnya tangki penyimpanan yang ada di PT Oil Tanking, Tahar menyebut sama dengan menambah sebanyak 730 ribu kiloliter (KL) jumlah tersebut dalam menambah kebutuhan untuk didalam negeri selama tiga hari secara nasional.

“Kalau dibagi dengan kebutuhan kita didalam negeri dalam setahun yakni 68 juta kiloliter dibagi 365 hari itu sekitar 250 ribu sampai 300 ribu kiloliter per hari kebutuhan kita,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menyampaikan bahwa letak geografis Provinsi Kepri pada khususnya Karimun mengharapkan dapat menjadi pusat cadangan energi nasional.

“Letak Provinsi Kepri pada khususnya Karimun kita akan mendorong agar menjadi pusat cadangan energi nasional. Untuk itu kedepannya akan ada beberapa daerah yang akan kita dorong dan minta ke pusat sebagai daerah khusus,” ujarnya.

Sementara itu, pernyataan dua petinggi negeri tersebut dinilai kurang tepat. Mengingat PT OT sebenarnya hanya tempat penyimpanan minyak untuk kebutuhan kapal-kapal besar internasional yang melintas di Selat Melaka.

“Kalau disebut PT OT itu tempat penyimpanan BBM energi nasional, sangat tidak tepat. PT OT berdiri di sini karena di Singapura tempatnya sudah tidak cukup lagi. Jadi tak tepat jika disebut sebagai tempat cadangan energi nasional,” kata Eddy seorang pengamat energi di Karimun. (ian/sjs)