Gubernur Kepri, Nurdin Basirun (kemeja putih) saat meresmikan pembangunan SMAN 5 Karimun di Kampung Harapan beberapa waktu lalu
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun (kemeja putih) saat meresmikan pembangunan SMAN 5 Karimun di Kampung Harapan beberapa waktu lalu (ian)

Karimun, Lendoot.com – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan pihaknya terus melakukan upaya percepatan Pulau Asam, Kabupaten Karimun sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), bahkan tak jarang dirinya menunggu di Kantor Kementerian Kehutanan RI. Itu diungkapkannya beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Kabupaten Karimun.

“Kita terus lakukan percepatan agar KEK ini dapat terwujud, bahkan saya sering kali menunggu di Kementerian Kehutanan,” kata Nurdin Basirun saat ditanya wartawan terkait proses KEK Pulau Asam beberapa waktu lalu disela-sela peresmian SMAN 5 Karimun di Kampung Harapan.

Nurdin menyebutkan pihak Kementerian menyampaikan proses dari KEK hanya tinggal membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan ke lapangan. Untuk status lahan di Pulau Asam sendiri, jelas Nurdin bukanlah hutan lindung tapi hutan produksi terbatas.

“Seluruh syarat-syarat untuk menjadikan kawasan KEK itu sudah. Rekom dari Bupati dan Gubernur sudah. Hanya tinggal pengalihan status hutan, PHPL belum dapat diproses. Beberapa kali saya ke Kementerian katanya tinggal membentuk tim untuk periksa ke lapangan,” jelasnya.

Nurdin mengkhawatirkan, lambatnya proses KEK ini akan membuat ragu para investor yang ingin menanamkan modalnya di Pulau Asam. Kekhawatiran itu juga ditambah dikarenakan negara tetangga, Malaysia juga sedang menggalakkan sektor investasi.

“Presiden juga betul-betul mendorong investasi. Bahkan beliau kurang menerima jika ada yang menghalangi. Kita khawatirkan investor ini menunggu,” ucapnya.

Sementara itu perkiraan awal, seharusnya KEK di Pulau Asam sudah diresmikan pada tahun 2017. Pembentukan Pulau Asam sebagai KEK juga telah disetujui oleh Presiden RI, Joko Widodo. (ian)