Kapolsek Balai, AKP Lulik Febyantara bersama anggotanya mengamankan motor yang terjaring saat operasi cipkon
Kapolsek Balai, AKP Lulik Febyantara bersama anggotanya mengamankan motor yang terjaring saat operasi cipkon (Ist)

Karimun, Lendoot.com – Jajaran Polisi sektor (Polsek) Balai mengamankan 13 unit kendaraan tidak dilengkapi dokumen kendaraan dan 12 orang pelajar dibawah umur yang sedang bermain internet melewati batas waktu ijin keramaian dalam operasi cipta kondisi yang digelar pada Sabtu (1/7/2017) malam.

“Kita libatkan 17 personil dalam cipkon ini. Ada 4 titik lokasi yang kita telusuri, yakni Jalan Nusantaram Jalan Haji Arab, Jalan Pertambangan dan Coastal Area, warnet dan tempat tongkrongan remaja tidak luput kita periksa,” kata Kapolsek Balai, AKP Lulik Febyantara, Senin (3/7/2017).

Lulik mengatakan, kegiatan cipkon bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta menciptakan Situasi Kamtibmas yang kondusif dengan sasaran Penyakit Masyarakat di wilayah Hukum Polsek Balai Karimun.

Untuk anak-anak bawah umur yang terjaring di warnet tersebut diberi pengarahan dan selanjutnya dipanggil orang tua masing-masing untuk dipulangkan kerumahnya.

Sementara untuk kendaraan yang terjaring, pihaknya mendata dan melakukan pemeriksaan di Mapolsek Balai Karimun. Bagi pengendara yang menggunakan kendaraan tidak dengan knalpot standart dan tidak memiliki plat nomor mereka diminta untuk menganti knalpot kendaraan dengan standart baru dapat dibawa pulang.

“Terhadap anak-anak bawah umur yang terjaring di warnet tersebut diberi pengarahan dan selanjutnya dipanggil orang tuanya. Sementara kendaraan tidak dengan knalpot standart dan tidak memiliki plat nomor kita minta untuk diganti sesuai standar dari pabrik baru bisa dibawa pulang,” ucap Lulik.

Ia menambahkan, dalam kegiatan cipta kondisi ini tidak ditemukan pelanggaran seperti membawa senjata tajam, narkoba dan hal berbahaya lainnya. Namun meski demikian, pihaknya meminta masyarakat untuk sama-sama menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan tempat tinggal masing- masing dan tidak melakukan hal yang dianggap menganggu Kamtibmas. (ian)