Kerumunan warga masih memenuhi kawasan Pasar Puan Maimun lokasi perkelahian
Kerumunan warga masih memenuhi kawasan Pasar Puan Maimun lokasi perkelahian (Ist)

Karimun, Lendoot.com – Perkelahian massal antar dua kubu pedagang di Pasar Puan Maimun, Selasa (6/6/2017) sekira pukul 22.30 WIB membuat kawasan Pasar Puan Maimun mencekam.

Informasi yang diperoleh Lendoot.com, perkelahian massal itu berawal ketika, salah seorang anak dari pedagang di Pasar Ramadan berkelahi dengan anak salah satu pedagang di pasar yang berlokasi di ujung Barat Pasar Puan Maimun, yang letaknya sekitar 50 meter kedalam Pasar.

Anak yang kalah berkelahi lalu pulang sambil menangis ke warungnya, dan mengadu kepada Abangnya. Tidak terima adiknya dipukuli, Abangnya mengajak teman-temannya untuk mencari anak yang telah memukul adiknya tersebut.

Melihat sejumlah remaja datang dengan gaya sok jagoan, para pedagang di Pasar Ujung Puan Maimun tidak terima. Mereka langsung menghajar para pemuda tersebut. Perkelahian ini melebar dan akhirnya melibatkan hampir semua Pedagang di Pasar.

Kedua kubu saling baku hantam menggunakan berbagai senjata, mulai dari broti, parang, pisau bahkan ada yang membawa kampak. Herman salah seorang pedagang roboh bersimbah darah akibat hantaman benda tajam, namun nyawanya dapat diselamatkan oleh polisi yang cepat tiba di lokasi kejadian.

Aparat dari Polres Karimun yg dipimpin oleh Kasatreskrim AKP Dwi Hatmoko Wiraseno dan Kapolsek Tanjungbalai Kota AKP Lulik Febriyantata tiba diloksi kejadian. Mereka mencoba meredam aksi perkelahian dan akhirnya tawuran mulai reda setelah Polisi menembakan gas air mata. Belasan pedagang diamankan berikut barang bukti berupa senjata tajam dan broti.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Karimun, AKP Dwi Hatmoko Wiroeseno mengatakan pihaknya telah mengamankan beberapa orang yang menjadi sumber terjadinya perkelahian massal.

“Udah kita amankan beberapa orang, sekarang masih dalam tahap mediasi,” kata Kasatreskrim, AKP Dwihatmoko Wiraseno.

Beberapa orang yang diamankan dibawa ke Mapolres Karimun. Mereka dibawa ke Mapolres untuk dimintai keterangan guna mengetahui pasti perkara perkelahian massal tersebut. Namun menurut keterangan dari warga perkelahian itu diduga karena masalah perebutan lahan parkir (ian)