Karimun, Lendoot.com – Pria berinisial ASD dilaporkan ke Polres Karimun oleh beberapa Organisasi Kepemudaan Tempatan Karimun terkait cuitan di media sosial dugaan ujaran kebencian dan penghinaan di media facebook.

Beberapa Organisasi kepemudaan, diantaranya DPD Perpat Karimun, DPD Jantan Karimun, Hulubalang, perwakilan PP Karimun dan para pemuda tempatan lainnya berjumlah puluhan pemuda ini tampak menyambangi Polres Karimun, Senin (2/7/2018).

Dalam hal ini, Sekjen DPD Jantan, Muhammad Taufik Hidayat menjelaskan, cuitan terkait dugaan penghinaan tersebut dilakukan oleh AHD di kolom komentar Facebook pada Sabtu (30/6/2018) sekira pukul 21.00 WIB yang lalu.

“Melihat tulisan tersebut, kita anak asli Karimun yang tidak terima dijelek-jelekkan, kami melaporkan ke Polres Karimun pada Minggu, (1/7/2018). Dan hari ini kami kembali datang untuk mengetahui hasil dari pihak polisi. Namun, Kepolisian masih berkoordinasi dengan ahli bahasa,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Bovid ini juga menyebutkan, ada beberapa warga yang juga membuat surat perihal pengaduan yang ditandatangani oleh beberapa perwakilan. Permintaan dari warga sendiri yaitu agar AHD harus meninggalkan Karimun.

“Jangan membawa nama Karimun. Karena sepertinya Karimun ini tidak bertuan lagi. Maunya kita dia ke luar dari Karimun untuk memberikan efek jera agar tidak terulang lagi yang seperti ini,” kata Bovid dengan wajah yang kesal.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara mengatakan bahwa benar ada beberapa warga yang melaporkan terkait hal tersebut. Namun hingga sekarang pelaporan tersebut masih berupa pengaduan dan belum berbentuk Laporan Polisi (LP).

“Apakah nanti bisa dinaikan, baru dibuat laporannya (LP). Sementara belum ada mediasi namun masih fokus ke pengaduan,” kata Lulik.

Lulik menambahkan, untuk mengkaji permasalahan ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan ahli bahasa dari Bogor dan ahli ITE. Untuk saat ini penyidik Satreskrim Polres Karimun baru memanggil dan menhinterogasi AHD.

“Ini termasuk tindak pidana khusus jadi kita kaji terlebih dahulu. Sekarang belum BAP meminta keterangan saksi tapi baru interogasi. Nanti yang bisa bicara adalah saksi ahli,” tambahnya.

Berikut cuitan akun Pria berinisial ASD dalam postingannya di facebook yang dilaporkan ke Polres Karimun, “Tak usah pikiran itu ketua, tak ada manfaatnya. Biasalah penduduk Karimun asli. Belum pernah merantau cari makan dirantau. Tak punya wawasan. Banyak saudara kita di Karimun ini santun, punya ilmu dan terpelajar yang mau bersaudara sama kita. Walaupun saya pendatang di Karimun, sejak 10 tahun lalu saya lebih terkenal dengan dia. Bukan karena FB ni. (Riandi)