TANJUNG PINANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet Kabupaten Natuna pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau Tahun 2026.
Melalui cabang olahraga panjat tebing, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Natuna berhasil menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perak bagi kontingen Natuna.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa atlet-atlet dari daerah perbatasan memiliki potensi dan daya saing untuk tampil kompetitif di tingkat provinsi.
Lebih dari sekadar membawa pulang medali, keberhasilan ini juga membuka jalan bagi atlet Natuna untuk melangkah ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Medali emas berhasil dipersembahkan Nurvazilah melalui nomor Speed Klasik Perorangan Putri. Sementara medali perak diraih tim Speed Klasik Putra yang diperkuat Raja Ja’afar Rifa’i, P. Agustian, dan Atat.
Kedua capaian tersebut menjadi kontribusi penting FPTI Natuna dalam menambah perolehan prestasi kontingen Kabupaten Natuna pada pesta olahraga terbesar tingkat Provinsi Kepulauan Riau tersebut.
Ketua FPTI Kabupaten Natuna, Sholeh Ariyanto, menyampaikan bahwa raihan medali tersebut merupakan hasil dari perjuangan, semangat, serta kerja keras para atlet selama menjalani proses latihan hingga menghadapi pertandingan.
Menurutnya, keberhasilan atlet Natuna tidak hanya diukur dari medali yang berhasil diraih, tetapi juga dari kemampuan mereka menunjukkan performa terbaik dan bersaing dengan atlet-atlet dari kabupaten maupun kota lainnya di Kepulauan Riau.
Kabar menggembirakan juga datang dari Nurvazilah. Berkat penampilannya pada kategori Speed Klasik Perorangan Putri, atlet tersebut berhasil mengantongi tiket untuk melanjutkan kiprahnya pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
“Kesempatan ini menjadi langkah penting bagi Nurvazilah untuk membawa nama Natuna ke panggung kompetisi yang lebih luas sekaligus mengukur kemampuannya di tingkat nasional,” Ujar Sholeh di Tanjung Pinang pada Sabtu (07/11/2026).
Tidak hanya itu, Nurvazilah juga berhasil mencatatkan waktu terbaik atau best time. Catatan waktu tersebut memiliki arti penting karena akan menjadi salah satu acuan dalam penyelenggaraan Porprov mendatang.
Dengan demikian, prestasi yang diraih bukan hanya memberikan kebanggaan saat ini, tetapi juga menjadi tolok ukur peningkatan kualitas dan persaingan atlet panjat tebing pada masa mendatang.
Sholeh berharap capaian ini dapat menjadi penyemangat bagi seluruh atlet panjat tebing Natuna untuk terus mengasah kemampuan, meningkatkan kedisiplinan latihan, serta menjaga konsistensi prestasi.
Ia juga berharap keberhasilan tersebut menjadi dorongan bagi pengembangan pembinaan olahraga panjat tebing di Kabupaten Natuna agar semakin terarah dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Natuna, Fahmi, turut menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas tambahan medali dari cabang olahraga panjat tebing tersebut.
“Alhamdulillah, kontingen Kabupaten Natuna kembali menambah satu medali emas dan satu medali perak dari cabang olahraga panjat tebing. Ini merupakan pembuktian yang kesekian kalinya bahwa atlet Natuna mampu bersaing di tingkat provinsi apabila diberikan kesempatan,” ungkap Fahmi.
Ia mengaku terharu sekaligus bangga atas pencapaian yang berhasil dipersembahkan para atlet. Menurutnya, prestasi tersebut memiliki makna tersendiri mengingat kondisi sarana dan prasarana latihan yang dimiliki masih memiliki keterbatasan.
“Saya merasa terharu dan bangga atas perolehan medali tersebut, mengingat keterbatasan sarana dan prasarana latihan yang kita miliki. Mudah-mudahan ini menjadi langkah positif bagi kita bersama untuk berbenah demi kemajuan olahraga Kabupaten Natuna,” tambahnya.
Fahmi berharap keberhasilan para atlet panjat tebing ini dapat menjadi perhatian sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun olahraga daerah.
Dukungan terhadap pembinaan atlet, peningkatan fasilitas latihan, serta kesempatan mengikuti berbagai kompetisi dinilai menjadi bagian penting dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Raihan satu medali emas dan satu medali perak dari FPTI Natuna pada Porprov VI Kepri 2026 bukan sekadar tambahan angka dalam klasemen perolehan medali.
Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi cerminan potensi besar putra-putri daerah yang patut mendapatkan ruang, perhatian, dan dukungan untuk terus berkembang.
Dari Natuna, semangat berprestasi itu kembali membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah dan mengukir kebanggaan bagi daerah. (Rap)

