Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Era Digital, Lanud RSA Natuna Bekali Prajurit dan PNS Bijak Bermedia Sosial

Natuna – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan penggunaan platform digital, Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad (Lanud RSA) Natuna menggelar sosialisasi penggunaan media sosial bagi seluruh prajurit, PNS, dan CPNS di lingkungan Lanud RSA, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman personel mengenai pentingnya penggunaan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, serta tetap menjaga etika dan disiplin sebagai bagian dari institusi TNI Angkatan Udara.

Perkembangan media sosial yang sangat cepat membuat platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, YouTube, hingga X kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi prajurit dan aparatur sipil negara.

Di satu sisi, media sosial dapat menjadi sarana komunikasi, edukasi, dan penyebaran informasi positif, namun di sisi lain juga berpotensi menimbulkan risiko apabila digunakan tanpa kehati-hatian.

Sosialisasi tersebut disampaikan dalam program Cara Memberi Instruksi (CMI) Lanud RSA yang rutin dilaksanakan setiap Rabu pagi sebagai wadah pembinaan dan penguatan kapasitas personel.

Dalam pemaparannya, Ps. Kepala Penerangan Lanud RSA, Kapten Sus Rudy Suryadi, menegaskan bahwa setiap prajurit harus memahami batasan dalam menggunakan media sosial, mengingat identitas sebagai anggota TNI AU melekat tidak hanya saat berdinas, tetapi juga dalam aktivitas digital.

“Media sosial adalah ruang terbuka. Apa yang diunggah dapat dilihat publik dan berpotensi berdampak pada diri sendiri maupun institusi. Karena itu, setiap personel harus bijak, selektif, dan memahami konsekuensi dari setiap konten yang dibagikan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan beberapa aturan penting, di antaranya larangan melakukan siaran langsung (live streaming) pada jam dinas, serta tidak menggunakan pakaian dinas untuk membuat konten yang tidak berkaitan dengan aktivitas kedinasan.

Selain itu, personel diminta untuk menghindari unggahan yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah, memicu polemik, atau berpotensi merusak citra TNI Angkatan Udara di ruang digital.

Menurutnya, tantangan era digital tidak hanya soal kemampuan mengoperasikan teknologi, tetapi juga kecakapan dalam menyaring informasi, menjaga keamanan data, serta membangun jejak digital yang positif.

Dengan semakin banyaknya prajurit generasi muda, termasuk generasi Z di lingkungan TNI AU, Lanud RSA berharap kehadiran mereka dapat menjadi energi baru bagi institusi.

Generasi ini dinilai memiliki kedekatan tinggi dengan teknologi dan media digital, sehingga diharapkan mampu menjadi prajurit yang profesional, adaptif, tangguh, dan berintegritas.

Melalui kegiatan ini, Lanud RSA menegaskan komitmennya untuk terus membina personel agar tidak hanya unggul dalam tugas pertahanan, tetapi juga cerdas dan bertanggung jawab dalam menghadapi dinamika kehidupan di era digital. (Rap)

Exit mobile version