Ekspor Perdana Cocopeat Lingga ke Cina: 24 Ton Olahan Sabut Kelapa Angkat Nilai Ekonomi Lokal

Disperindagkop Lingga saat melepas ekspor perdana 24 Ton Produk Cocopeat ke Cina, pagi tadi. (ft wandi)

Lingga – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Lingga melaksanakan pelepasan perdana produk olahan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Kelapa. Produk berupa cocopeat blok dan cocopeat curah yang dikelola Koperasi Produksi Cahaya Selingsing Mandiri ini, dilepas di Implasmen Timah Dabo, Kecamatan Singkep, Senin (24/11/2025).

Pada pengiriman perdana ini, total 24 ton produk olahan dikirim ke Batam untuk selanjutnya diekspor menuju Cina.

Limbah Menjadi Sumber Ekonomi Baru

Plt. Kadisperindagkop UKM Lingga, Febrizal Taupik, menegaskan bahwa pencapaian ekspor ini merupakan bukti nyata keberhasilan sentra IKM dalam mengubah limbah menjadi sumber ekonomi.

“Capaian ini merupakan bukti kerja keras seluruh pengelola dan pelaku IKM di daerah. Sesuatu yang dulu kita anggap sampah (sabut kelapa) ternyata bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat,” kata Taupik.

Limbah sabut kelapa yang sebelumnya tidak bernilai, kini dapat dijual oleh warga ke sentra IKM dengan harga Rp200 per butir, menciptakan perputaran ekonomi yang baik bagi masyarakat.

Selain itu, keberadaan sentra IKM ini juga berdampak signifikan pada penyerapan tenaga kerja lokal. Saat ini, sebanyak 34 pekerja yang merupakan warga sekitar telah terlibat dalam proses produksi cocopeat.

Febrizal berharap, sentra IKM Kelapa ini dapat terus berkembang dan menghasilkan produk turunan lain seperti cocofiber, VCO, hingga briket yang memiliki nilai jual tinggi di pasar global. (wan)