Ekspor bangkil kelapa perdana, beberapa waktu lalu. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Di tengah lesunya ekonomi dunia akibat pandemi virus corona atau Covid-19, ekspor bungkil kelapa dari Kabupaten Karimun ke Negara Malaysia tetap bertahan.

Berdasarkan data dimiliki Stasiun Karantina Pertanian Kabupaten Karimun, sejak April lalu atau ketika masa Pandemi Covid-19 masuk ke Karimun, sejumlah ekspor komoditas terpaksa harus dihentikan.

Beberapa ekspor terhenti itu antara lain, Kulit Kayu Bakau ke Filipina, Sarang Walet ke Negara Malaysia, Madu, Buah Alpukat, Cacing Nipah dan Petai ke Negara Malaysia.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun Priyadi mengatakan, secara keseluruhan ekspor komoditas di Karimun ke negara- negara tetangga seperti, Filipina, Singapura dan Malaysia mengalami kenaikan pada tahun 2020.

Namun demikian, sejak wabah Pandemi Covid-19 atau terhitung April 2020 sejumlah ekspor terhenti akibat terkendala angkutan ke negara tujuan.

“Normalnya meningkat, tetapi sejak pandemi Covid-19 ini ada beberapa komoditas yang tidak bisa kita ekspor karena tidak adanya angkutan,” kata Priyadi, Selasa (19/5/2020).

Ia mengatakan, hanya satu ekspor yang hingga kini masih bertahan, yakni Ekspor Bangkil Kelapa ke negara Malaysia.

“Untuk bungkil kelapa itu menggunakan angkutan sendiri, sehingga bisa terus berjalan. Bahkan, terjadi peningkatan dibanding tahun lalu sebesar 20 persen, sedangkan yang lain itu memang disebabkan tidak ada angkutan, sehingga terhenti,” katanya.

Dikatakan Priyadi, dalam sepekan pengiriman komoditas bungkil kelapa ini dapat dilakukan tiga kali.

“Bisa hingga 3 kali pengiriman, karena mereka ada dua kapal sendiri, jadi itu pengiriman bisa langsung port to port. Untuk kuartal I saja Januari hingga April mencapai 1,6 Ton,” katanya.(rk)