Ilustrasi anti korupsi. (istimewa)
Ilustrasi anti korupsi. (istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Ketua DPD Kepri lembaga investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (BAPAN), Iskandar Tanjung melaporkan dugaan korupsi yang terjadi di ligkungan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karimun ke Polda Kepulauan Riau.

Adapun anggaran yang dilaporkan adalah biaya pemeliharaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan  Meral Barat tahun anggaran 2017 dengan nilai anggaran Rp 6,4 miliar dan tempat Workshop Rp 1,5 miliar dengan total anggaran 8 Miliar.

Dalam laporannya tersebut, Iskandar Tanjung mengatakan bahwa kuat dugaan telah terjadi tindak pidana korupsi pada kedua anggaran tersebut. Dengan anggaran yang besar namun diduga pengerjaan fisik di lapangan sangat minim.

Iskandar mengatakan, dari hasil investigasinya di lapangan seperti anggaran biaya pemeliharaan sampah di TPA Sememal yang nilainya mencapai Rp 6,4 miliar, namun tidak ada perubahan.

“Ini sudah saya investigasi, sudah melakukan klarifikasi tapi tidak ada jawaban dari dinas terkait, artinya tindak pindana korupsi sangat melekat. Sebab surat yang saya layangkan melalui BAPAN tidak ada balasan, ini ada apa?,” ucap Iskandar dengan penuh tanya.

“Jadi intinya anggaran workshop Rp 1,5 miliar dan anggaran pemeliharaan sampah Rp 6,4 miliar tidak sesuai dengan fisik dilapangan, kuat dugaan telah terjadi tindak pidana korupsi,” katanya lagi.

Lebih lanjut, dikatakan Iskandar untuk anggaran workshop yang nilainya Rp 1,5 miliar tidak pernah diketahui oleh koordinator workshop, yakni Rahmad Kurniawan, atau kerap disapa Iwan Gondrong.

“Setelah saya konfirmasi kepada beliau, ia mengatakan tidak mengetahui pencairan dana Rp 1,5 miliar tersebut, apalagi menandatanganinya,” papar Iskandar Tanjung.

Dirinya mengatakan, dari laporannya tersebut telah terjadi penyelidikan dan penyidikan oleh pihak kepolisian dari Polda Kepri. Tinggal menunggu tersangka yang akan segera ditetapkan polisi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara saat dikonfirmasi terkait laporan kasus dugaan korupsi tersebut mengatakan bahwa kasusnya ditangani langsung oleh Polda Kepri.

“Tidak ada dilimpahkan, yang menangani kasusnya Polda, mereka hanya pinjam tempat untuk pemeriksaan kemarin,” kata Lulik Febyantara saat dikonfirmasi Jumat (12/4/2019).

Dikabarkan bahwa atas kasus dugaan korupsi ini, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan kepada beberapa orang termasuk di antaranya Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karimun, Rosmawati. (parulianturnip)