Satu dari dua tersangka koruspi PDAMTirta Karimun menundukkan dan menutupi wajahnya saat tiba di Rutan Karimun, siang tadi. (riandi)
Satu dari dua tersangka koruspi PDAMTirta Karimun menundukkan dan menutupi wajahnya saat tiba di Rutan Karimun, bleum lama ini. (riandi)

Karimun, Lendoot.com – Dua tersangka berinisial ZK dan NE yang tersandung tindak pidana korupsi telah dilimpahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Tanjungbalai Karimun oleh Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari), Kamis (3/1/2019) sore.

ZK dan NE merupakan Kepala Cabang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tanjungbatu dan Kepala Staf Produksi.

Sesampainya di Rutan Karimun sekira pukul 14.30 Wib, kedua tersangka  tersebut tampak menundukkan dan menutupi wajahnya dengan mengenakan rompi tahanan Cabjari Tanjungbatu.

Dengan didampingi dua orang dari Kejaksaan Negeri Cabang Tanjungbatu, kedua tersangka tersebut langsung digiring ke dalam Rutan.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Cacabjari) Tanjungbatu Novriansyah, melalui Kasubsi Pidum Pidsus Dedi Marpaung mengatakan, mereka ditetapkan sebagai tersangka karena kasus penyimpangan penggunaan minyak solar PDAM yang diketahui merugikan negara sebesar Rp. 348 juta.

“Berdasarkan bukti fakta penyelidikan yang kita dalami selama tiga bulan terakhir. Mereka telah melakukan penyimpangan penggunaan minyak solar pdam. Mereka kita limpahkan dan kita tahan selama 20 hari dan bisa diperpanjang menjadi 40 hari. Untuk nilai, berdasarkan hasil hitungan audit BPKP Kepri senilai 348 juta,” katanya.

Saat ini pihaknya telah memeriksa sebanyak 34 orang saksi yakni dari pihak internal PDAM dan penjual solar beserta stake holder Pemkab Karimun.

“Saksi kita sekarang ada 34 dari pihak internal PDAM dan penjual kios solar beserta stake holder Pemkab Karimun. Untuk barang bukti yang kita Amankan laporan pertanggungjawaban, laporan kas, fakta-fakta nota yang dipalsukan serta surat-surat LPJ yang diduga palsu,” ujarnya.

Atas tindakan korupsi yang dilakukan, kedua tersangka dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 tindak pidana korupsi 3199 tahun 2001 junto 55 hukuman penjara 15 tahun. (riandi)