Penandatangan MoU Pemkab Karimun-Panbil Group di Kediaman Dinas Bupati Karimun, siang tadi. (ist)
Penandatangan MoU Pemkab Karimun-Panbil Group di Kediaman Dinas Bupati Karimun, siang tadi. (ist)

Karimun, Lendoot.com – Pemkab Karimun bersama PT Pelindo I dan PT Jaya Annurya Karimun (anak perusahaan Panbil Group) menandatangani nota kesepakatan (memorandum of understanding/MoU) pembangunan terminal Ferry Internasional dan Domestik Kota Tanjungbalai Karimun, Kamis (30/3/2017).

MoU yang ditandatangani di rumah dinas Bupati Karimun, pembangunan terminal ini rencananya akan dibangun di daerah Kelurahan Tebing, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun. Sementara untuk nilai investasi dari pembangunan ini mencapai Rp 1,5 Triliun.

Bos Panbil Group, Johanes Kenedy Aritonang yang turun langsung menyaksikan penandatanganan tersebut mengatakan, bahwa nilai investasi tersebut mencapai Rp 1,5 Triliun. Pembangunan terminal itu diperkirakan akan rampung dalam waktu dua tahun ke depan.

“Untuk nilai investasinya Rp 1,5 Triliyun dan kita perkirakan target pembangunannya akan rampung dalam waktu dua tahun kedepan,” kata Johanes Kenedy.

Ia menyebutkan, pembangunan terminal tersebut ditargetkan akan dimulai pada pertengahan tahun ini. Namun hal itu tidak dapat dilakukan karena masih ada satu ijin yang masih ditunggu.

“Target pembangunannya sebenarnya pertengahan tahun ini, tapi kita masih ada satu ijin yang belum selesai. Mungkin nanti kalau sudah ijinnya siap pekerjaan pertama yang akan dilakukan adalah secara pararel yakni, membangun terminalnya dan melakukan reklamasi,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Karimun, Aunur Rafiq pada kesempatan itu mengatakan, bahwa rencana pembangunan terminal ini merupakan kelanjutan dari program pemerintah yang terdahulu dan bukan menjadi hal baru. Ia berharap pembangunan terminal pelabuhan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Karimun.

“Pembangunan terminal ini bukanlah hal yang baru, ini adalah kelanjutan dari program terdahulu dan kita berharap pembangunan ini memberi manfaat yang tidak kecil bagi masyarakat Karimun,” ujar Rafiq. (ian)