Tanjungpinang, Lendoot.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau menggelar Parat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi Provinsi Kepri ke-17 Tahun, Selasa (24/9/2019).

Dalam pidato yang dibacakan Ketua  DPRD Prov Kepri Sementara Lis Darmanyah,  mengatakan, momen peringatan Hari Jadi Kepri ke 17 tahun ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur upaya percepatan pembangunan daerah.

“Semua kekurangan yang selama ini dirasakan, secara berangsur dapat diminimalisir. Dengan demikian pembangunan dapat terus dilakukan. DPRD Kepri juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk stakeholders dapat bersinergi, membangun Provinsi Kepri. “Kita wujudkan Kepri menjadi provinsi maju dalam semua bidang,” ujarnya.

Masih dalam pidatonya, Lis menyampaikan bahwa DPRD Kepri berharap Pemerintah Provinsi Kepri dapat menggunakan anggaran yang tepat sasaran. Pengeluaran yang rasanya belum prioritas, jangan didahulukan. Paling penting, ketersediaan anggaran dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat secara luas.

Paripurna Istimewa peringatan Hari Jadi Provinsi Kepri ke-17 tahun, dihadiri Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri H Isdianto, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H. TS. Arif Fadillah, unsur pimpinan FKPD, tokoh masyarakat, dan lapisan masyarakat Kepri.

Selain itu, hadir juga mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah beserta istri, mantan Walikota Tanjungpinang Suryatati A Manan, dan pejuang pembentukan Provinsi Kepri dari luar Kepri.

Dalam Kesempatan itu, Plt Gubernur Kepri H Isdianto, dalam pidatonya, mengatakan, memasuki umur 17 tahun, Provinsi Kepri telah banyak berubah. Target pembangunan telah terealisasi secara maksimal. Seperti pembangunan infrastruktur dan upaya memajukan sektor ekonomi masyarakat.

Masyarakat Kepri patut berbangga. Tahun ini, pertumbuhan ekonomi Kepri mengalami kenaikan sekitar 2,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Upaya ini terealisasi berkat kerjasama semua pihak.

Capaian lain yang diraih Kepri, tambah Isdianto, tertuju pada hasil laporan penggunaan anggaran daerah Provinsi Kepri. Dimana, predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terus diterima. ”Delapan kali berturut-turut, laporan keuangan Kepri dinyatakan Wajar Tanpa Pengecualian,” pungkasnya. (hasyim)