Tanjungpinang, Lendoot.com – Anggota DPRD meninjau pembangkit PLTU Uncang yang rusak sehingga terjadi pemadaman bergilir di Batam, beberapa minggu terakhir

Kondisi ini membuat Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau gerah. Melalui Ketua Komisi III Widiastadi Nugroho saat rapat dengar pendapat dengan pihak Bright PLN Batam, Senin (15/4/2019), banyak masyarakat yang mengeluhkan terjadinya pemadaman tersebut.

“Kami selaku wakil rakyat meminta kepada Bright PLN Batam agar mau terbuka kepada kami, apa yang menjadi persoalan sehingga listrik di Batam kerap padam,” kata Widiastadi.

Selain itu, dia meminta jika memang ada persoalan yang menyebabkan listrik padam, harus segera diselesaikan.

Selain keluhan dari masyarakat, Widiastadi meminta kepada pihak Bright PLN Batam agar fokus menjelang dilaksanakannya pemungutan suara 17 April nanti.

“Persoalan pemadaman listrik ini harus diantisipasi ketika KPU sedang melakukan perhitungan suara. Mereka menggunakan komputer dalam proses perhitungan suara. Kalau sempat listrik padam bisa kacau,” ungkap pria yang kerap disapa Mas Iik ini.

Wakil Ketua Komisi III Surya Makmur Nasution juga meminta agar Bright PLN Batam berterus-terang dan terbuka mengenai penyebab pemadaman listrik tersebut.

Dia mengungkapkan dari beberapa keluhan masyarakat yang ditampungnya, rata-rata pemadaman terjadi antara 30 menit hingga tiga jam.

“Jika memang kurang pasokan energinya silahkan disampaikan, nanti kita cari solusinya bersama,” kata Surya Makmur. (hs)