Ilustasi. Para pekerja PT SIKB dalam sebuah acara di lingkungan kerjanya beberapa waktu lalu. (dok lendoot.com)
Ilustasi. Para pekerja PT SIKB dalam sebuah acara di lingkungan kerjanya beberapa waktu lalu. (dok lendoot.com)

Karimun, Lendoot.com – PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) disebut-sebut bakal segera mendapatkan proyek besar. Diperkirakan ribuan pekrja baru akan direkrut untuk menyelesaikan proyek yang didapat tersebut.

Informasi itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun, M Yusuf Sirat, belum lama ini.

“Sesuai dengan informasi yang kita dapatkan, tahun 2019 ini PT Saipem dapat proyek besar setelah Pemilu,” ucap Yusuf Sirat.

Dari kabar baik yang dia dapatkan itu, Yusuf Sirat berharap agar kondisi perekonoimian Kabupaten Karimun terus menggeliat dan meningkat drastis.

“Dengan perekrutan tenaga kerja nantinya, kita tegaskan agar manageman perusahaan lebih selektif lagi mengutamakan pekerja lokal. Jangan ada lagi mendatangkan tenagakerja dari luar daerah,” ujar Yusuf Sirat lagi.

Yusuf Sirat memberikan pengecualian bagi tenaga skil, yang sebelumnya terlebih dahulu harus diseleksi dari tenaga lokal. Jika tidak juga ditemukan skil yang dicari baru direkrut dari luar daerah.

“Presentase perekrutan tenaga kerja kita minta 70 minimal untuk anak daerah Kabupaten Karimun, sisanya 30 persen silahkan rekrut dari luar, tapi itu dikhususkan untuk tenaga skil saja,” tegasnya.

Kendati demikian, tenagakerja lokal putra daerah Kabupaten Karimun diminta untuk dapat menambah kemampuan dan skil. Sehingga dapat bersaing dan tak perlu lagi perusahaan mendatangkan pekerja dari luar.

“Saya tidak dapat informasi detail mengenai proyek apa yang akan dikerjakan di PT Saipem. Tapi yang jelas ini sudah positif dan akan merekrut ribuan pekerja ditahun ini,” jelasnya memastikan.

Seperti diketahui, perusahaan galangan kapal asal negara Itali yang terletak di Desa Pangke Kecamatan Meral Barat itu, telah melakukan pengurangan pekerja secara besar-besar sejak tahun 2017 lalu. Sedikitnya ada 14.000 pekerja yang direkrut namun kini tak sampai 1000 orang saja yang tersisa, bahkan jumlah tersebut terus dikurangi, dengan alasan tidak adanya proyek yang akan dikerjakan. Kondisi tersebut mengakibatkan lesunya perekonomian Kabupaten Karimun hingga saat ini.(trirahardi)