Jaksa dari Kacabjari Kundur sedang membawa berkas untuk kasus dugaan korupsi dana bansos, kemarin. (iyan)
Jaksa dari Kacabjari Kundur sedang membawa berkas untuk kasus dugaan korupsi dana bansos, kemarin. (iyan)

Karimun, Lendoot.com – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Laskar Melayu Bersatu (LMB) provinsi Kepri, Azman Zainal, mengapresiasi Kejaksaan Negeri Cabang Tanjungbatu (Kacabjari) yang mengungkap dugaan korupsi bansos tahun 2014 terkait dana anggaran pembangunan proyek suku Duane, Kundur, Karimun.

Azman Zainal mengatakan, sekelas kantor cabang berhasil mengungkap kasus dugaan korupsi , berarti permasalahan korupsi di Kabupaten Karimun apabila di tangani dengan profesional dan sungguh-sungguh akan dapat terungkap. Bukan hanya di tingkat desa namun juga di tingkat Kabupaten.

“Saya pribadi salut kepada Kacabjari Tanjungbatu dan selamat beserta tim, yang berhasil mengungkap dugaan korupsi penyelewengan dana bansos tahun 2014, bahkan dalam waktu dekat akan menetapkan tersangka lain untuk kasus ini. Ini menunjukkan kalau kasus dugaan serupa di tangani dengan sungguh-sungguh pasti akan terungkap,” kata Azman, saat di temui wartawan, Kamis (27/4/2017).

Azman juga mengatakan, kasus seperti ini sebenarnya banyak terjadi di lapangan. Bukan hanya di lingkungan pemerintah, di lingkungan swasta seperti pengerjaan proyek dan penambangan juga bisa terjadi, hal ini apabila di tangani dengan sungguh-sungguh pasti dapat terungkap.

“Kalau berbicara baik tidak baik, saya juga bukan yang terbaik. Namun soal profesionalisme kerja perlu di laksanakan, itu kalau kita mau berusaha untuk lebih baik. Kita perlu contoh kesungguhan dari Kacabjari dan tim, mungkin juga bisa diikuti oleh Kejaksaan yang diatas kantor cabang,” ucapnya.

Keseriusan Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Tanjungbatu dalam mengungkap kasus dugaan korupsi penyelewengan dana proyek pembangunan 30 unit rumah tinggal suku Duane di Kundur, dibuktikan dengan penggeledahan Kantor Dinas Sosial Kabupaten Karimun pada Rabu (26/4/2017) pagi kemarin.

Dari penggeledahan tersebut, Kacabjari menyita 85 surat dan 2 unit CPU terkait kegiatan pembangunan rumah suku Duane di Kundur senilai Rp 2,4 Miliyar dengan kerugian negara Rp 440 Juta dari ruangan bendahara dan PPTK di kantor Dinsos Karimun. (ian)