Suasana pres rilis penangkapan kapal penyelundup 2800 unit handphone di DJBC Kepri, kemarin. (ian)
Suasana pres rilis penangkapan kapal penyelundup 2800 unit handphone di DJBC Kepri, kemarin. (ian)

Karimun, Lendoot.com – “Dor..dor,…!” Dua suara tembakan terdengar dari senjata petugas Kanwil DJBC saat aksi kejar-kejaran antara kapal petugas DJBC Khusus Kepri dengan penyelendup di perairan Pulau Kepala Jeri, Batam, Senin (2/1/20106) sekitar pukul 14.00 WIB.

“Saat akan ditegah, kapal tersebut sempat kabur dan kejar-kejaran pun terjadi dengan petugas kita,” kata Evi terkait aksi petugasnya dalam upaya menggagalkan penyelendupan barang ilegal tersebut, kemarin.

Nahkoda kapal penyelundup yang ingin melarikan diri sempat mengandaskan kapalnya di tepi pantai. “Empat ABK speed boat ketakutan karena tembakan peringatan, akhirnya menyerah. Sedangkan nahkodanya berhasil melarikan diri,” ucap R Evi, Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Khusus Kepri kepada wartawan.

Dari kapal itu, petugas BC mengamankan 2800 unit ponsel merek Xiaomi dari tengah  tempat kapal tersebut berusaha kabur.

Evi menjelaskan, penegahan dilakukan diperairan Pulau Kepala Jerih (Batam), Senin (02/01/2016) sekira pukul 14.00 WIB. Rencananya HP tersebut akan diseludupkan dari Singapore ke Tembilahan, Provinsi Riau dengan speed boat bernama Azimut.

“Namun saat berada di sekitar perairan Kepala Jerih (Batam) kapal patroli BC-1305 memergoki kapal tersebut,” jelas Evi.

Saat ini keempat ABK beserta barang bukti berupa satu speed boat dan ribuan unit handphone telah diamankan di Kanwil DJBC Khusus Kepri di Kabupaten Karimun. Sedangkan untuk barang bukti Evi mengatakan akan dimusnahkan.

“Barang bukti tetap akan dimusnahkan,” kata Evi. (ian)